Cari Blog Ini

Selasa, 07 Juni 2016

Sejarah Pohon Sirsak

Pohon sirsak merupakan salah satu tanaman yang berasal dari daerah Amerika Tropis yang meliputi Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Terutama daerah Karibia.
Setelah Columbus menemukan benua Amerika, Pohon sirsak mulai dibawa ke daerah Filipina oleh orang-orang Spanyol. Dari Hindia Barat orang-orang Spanyol juga membawa pohon sirsak hingga ke Meksiko.
Pada sekitar tahun 1686 pohon sirsak masuk ke benua Afrika, tepatnya di Angola. Setelah itu pohon sirsak menyebar ke hampir semua negara-negara tropis di dunia. Tentu saja termasuk Asia Tenggara dan Indonesia.
Di Indonesia sendiri produksi sirsak terbesar berada di daerah Raja Mandala di Jawa Barat, Kabupaten Karanganyar dan Rembang di Jawa Tengah dan Malang di Jawa Timur.
Melalui ide Merintis Jalur Sirsak Sungai Ciwulan Tasikmalaya saya ingin daerah aliran sungai ciwulan menjadi salah satu sentra produksi sirsak terbesar dan terpopuler di dunia sehingga membangkitkan pertanian, produksi, industri, perdagangan, wisata sirsak yang mendunia. Amin
Kedatangan pohon sirsak rupanya disambut hangat oleh masyrakat setempat untuk dijadikan sebagai makanan buah atau sebagai obat herbal. Setiap daerah memiliki perlakuan yang khas terhadap tanaman dan buah sirsak. Terutama ketika digunakan sebagai obat herbal, misalnya adalah:
·         Amerika : penyakit jantung, asma, penyakit hati, reumatik.
·         Hindia Barat : Obat penenang atau obat tidur
·         Meksiko : obat diare, disentri, demam, sesak nafas, sakit gusi dan meringankn perdarahan
·         Afrika : Meredakan demam
·         Indonesia : obat bisul, mual, diare, hepatitis, batuk, reumatik, dan hipertensi. 

Ditulis ulang dari: Dr. Adji Suranto,Sp.A dalam bukunya Dahsyatnya Sirsak tumpas penyakit  dan Prof.Dr. Ervizal AM Zuhud,MS dalam bukunya Bukti Kedahsyatan Sirsak Menumpas Kanker serta https://id.wikipedia.org/wiki/Sirsak

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar