Cari Blog Ini

Jumat, 27 November 2015

DIABETES VS JAHE

ORDER SMS 085227044550
BISA DIBELI LEWAT TOKOPEDIA


ARTIKEL INI DICOPY DARI:
http://www.jamuborobudur.com/manfaat-dan-kandungan-jahe-sebagai-kesehatan-tubuh/
POM TR 062 356 401
Diabetes VS Jahe
Jahe mangandung senyawa gingerol yang bermanfaat meningkatkan penyerapan glukosa ke dalam sel tubuh tanpa ketergantungan terhadap insulin. Mengkonsumsi jahe secara rutin terbukti bisa mengendalikan kadar gula dalam darah.
Selain itu, kemampuannya menghambat penyumbatan pembuluh darah bermanfaat untuk mencegah terjadinya penyakit jantung dan stroke.

Membantu meredakan masuk angin
Mekanisme Kerja :
Jahe mengandung Zingiberene, Curcumene, Sesquiphellandrene, dan Bisabolene yang berkhasiat mencegah antimuntah dan antiradang.

Khasiat lain :
Membantu menghilangkan gejala gejala flu, seperti demam ringan, bersin bersin.
Menghangatkan badan.
Menambah nafsu makan.
Meringankan gangguan pencernaan.

Komposisi :
Zingiberis Rhizoma Extract 550 mg
Khasiat dan Kegunaan :
Membantu meredakan gejala masuk angin seperti mual, perut kembung, sakit kepala, dan pegal linu

Cara Pemakaian :
Minumlah secara teratur 2 kali sehari @ 2 kapsul. Dosis dapat ditingkatkan atau dikurangi sesuai dengan kebutuhan.
=======
Jahe ?   siapa yang tak kenal rempah satu ini ? Jahe  ( Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu rempah – rempah yang memiliki komponen anti mikrobia, sehingga apabila jahe ditambahkan kedalam makanan akan memiliki kemampuan untuk mengawetkan.
Tanaman  akar jahe tidak hanya dapat mengawetkan makanan namun sejak zaman dahulu jahe digunakan sebagai obat herbal tradisional.  dahulu masyarakat di india  membuat minuman jahe hangat yang digunakan sebagai obat  untuk menyembuhkan penyakit dengan meminum jahe hangat kandungan dalam jahe akan bereaksi di dalam tubuh, setelah berkembangya teknologi jahe mulai di olah menjadi permen, manisan dan produk – produk lainnya.
Masyarakat  mempercayai karena rasa pedas yang ada pada jahe dapat menyembuhkan penyakit mual.  Bagian tanaman yang bermanfaaat sebagai obat mual dan muntah adalah bagian rimpang yang mengandung minyak atsiri 2-3%. Minyak atsiri terdiri dari zingiberin, kemferia, limonen, bomeol, sineol, zingeberal, linalool, geraniol, kabikol, zingiberol, gingerol, dan shogaol.
Jahe  termasuk dalam golongan Zingiberaceae. Jahe merupakan tanaman yang terdapat di hutan Tropis di Asia dan termasuk tanaman yang ditanam secara vegetative. Dalam Sejarah pengobatan, jahe memiliki peranan yang sangat penting dalam pengobatan  di Cina, India dan Jepang  (Combest, 2005 )
Berdasarkan bentuk, warna, dan ukuran rimpang, ada 3 jenis jahe yang dikenal, yaitu jahe putih besar/jahe badak, jahe putih kecil atau emprit dan jahe sunti atau jahe merah. Secara umum, ketiga jenis jahe tersebut mengandung pati, minyak atsiri, serat, sejumlah kecil protein, vitamin, mineral, dan enzim proteolitik yang disebut zingibain (Denyer et al. 1994)
Jahe sendiri telah telah terdaftar pada dokumen Generally Recognized as Safe (GRAS) di Food and Drug Administration (FDA) Amerika. Selama ini belum ada laporan terjadinya efek samping dan interaksi terhadap obat-obatan pada Germany’s Commission E Monograph. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, jahe dapat digunakan selama 3 bulan sampai dengan 2,5 tahun tanpa efek samping.
Secara tradisional, kegunaan lain untuk mengobati penyakit rematik, asma, stroke, sakit gigi, diabetes, sakit otot, tenggorokan, kram, hipertensi, mual, demam dan infeksi . Tanaman jahe juga telah digunakan  sejak dahulu sebagai obat herbal, seperti tercantum dalam buku pengobatan pada jaman Yunani, Romawi, dan Arab.
Jahe merupakan rempah yang sangat berguna bagi tubuh manusia,  kandungan dan pemanfaatannya sudah menjadi turun temurun, manfaat utama jahe adalah :
1.  Respiratory conditions
Jahe memiliki efek yang menghangatkan dan melegakan saat batuk, demam, flu , dan masalah pernafasan lainnya.
2.  Circulatory Stimulant
Jahe dapat merangsang sirkulasi peredaran darah, sehingga penting untuk pengobatan bengkak dan gatal –gatal serta memperbaiki sirkulasi darah kea rah tangan dan kaki. Dengan meningkatnya sirkulasi darah, jahe  dapat menormalkan tekanan darah, selain itu jahe juga meningkatkan jumlah keringat yang keluar dari tubuh  dan membantu menurunkan suhu tubuh saat demam.
3. Untuk masalah pencernaan
Jahe merupakan herbal yang baik digunakan untuk beberapa keluhan pencernaan, mual kembung, dan kolik. Jahe juga dapat meredakan motionsickness ( mabuk saat perjalanan) dan  morning sickness ( mual pada awal kehamilan)
Namun khasiat yang disetujui oleh Commision E Monograph  atau lembaga yang diakui secara internasional di jerman yang sudah melakukan studi literature terhadap khasiat dari 300 jenis tanaman obat adalah untuk meningkatkan nafsu makan, mabuk perjalanan, gangguan pencernaan.
Penelitian tentang jahe
1. Tejasari dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas jember dan fransiska Rungkat  dari Teknologi Pangan dan Gizi IPB, melakukan penelitian mengenai efek antioksidan senyawaoleoresin jahe. Hasilnya menunjukan bahwa semakin tinggi konsentrasi oleoresin, gingerol, dan shogal dari jahe, maka semakin besar penurunan kadar malondialdehida limfosit, yaitu senyawa yang dapat dijadikan indicator secara tidak langsung terhadap kerusakan oksidatif.
2 Pada  beberapa  literature resmi di sejumlah Negara, disebutkan bahwa jahe sangat bermanfaat bila digunakan sebagai obat anti mual, suplemen saat batuk dan flu, berfungsi sebagai  karminatif, stimulant , bahkan untuk flavor dalam beberapa sediaan makana. Produk –produk yang menggunakan ekstrak jahe terstandarisasi telah disetujui masuk dalam kategori obat bebas untuk pencegahan rasa mual dan pusing, di jerman, swiss, Austria dan Filandia.
Sangat  banyak manfaat yang terdapat pada jahe,  anda juga bisa mendapatkan manfaat dari kandungan jahe dengan cara :
  1. Rimpang jahe segar, Sebanyak 2 -4g rimpang jahe segar diparut lalu perutannya diperas dengan menggunakan kain, air perasaannya diminum
  2. Ekstrak cair, Dikonsumsi sebanyak 0.25 – 1 ml ekstrak jahe , diminum 3 hari sekali.
Literature

  1. Anonym, 2000,  PDR For Herbal Medicine,  Second Edition, Medical Economic Company, Montvale, New Jersey hal 39
  2. Blumenthal, M, et all., 2000, “American Botanical Council, Expanded Commission E Monographs”, USA : Integrative Medicine Comminocations. 2000, hal 153
  3. Blumenthal, M.2003, The ABC Clinical Guide to Herbs, USA : America Botanical Council, hal 171 – 178.
  4. Lembaga Penelitian Universitas Diponegoro, 2003, Prosiding Lokakarya dan Seminar Nasional Pengembangan dan Pemanfaatan Obat dari bahan  Tumbuhan, Indonesia : Lemit UNDIP, hal. 161.
  5. Combest WL. Herbal pharmacy: Ginger. [serial online] 1998 [dikutip 15 Jan 2011]; 23(2); [7 halaman].
  6.  Lestari, N . (2003). Tanaman obat dan khasiatnya. Jakarta: EGC.
  7. Denyer, C.V., P. Jackson, D.M. Loakes, M.R. Ellis dan D.A.B. Yound. 1994. Isolation of antirhinoviral sesquiterpenes from ginger (Zingiber officinale). J Nat Products. 57 : 658-662
  8. Shanti G, et all , 2007, “ IOCD International Symposium”, Surabaya : IOCD and CPPD Airlanggan University, hal . 154.
Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar