Cari Blog Ini

Kamis, 01 Oktober 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 194 - NOVEL GRATIS

Aku waspada, jangan-jangan dia punya maksud buruk
Dia pura-pura acuh>>>
Tak mengenalku>>>
Dan sesekali mencoba menyentuh tubuhku>>>
Seperti aku ketika dulu mencoba mencuri-curi menyentuh lengan atau bagian mana aja dari tubuh milik Fina.  Wah gitu dech rasanya.  Yup…!!! Gimana ya keadaan Fina sekarang.  Masih adakah yangnamanya cinta di hatiku setelah beberapa hari nginep di penampungan bersama Shafiya dan Aliya dengan semua hal yangtelah terjadi di antara kita.
Bersama mereka aku mulai berpikir kebaikan kawin kontrak (mut`ah) atau kawin bawah tangan (sirri).  Yah kalau keadaannya kaya gini, kumpul kebo dan perzinahan bisa terjadi kapan saja, apa tidak lebih baik kawin mut`ah saja atau nikah sirri saja.  Tahulah, itukan urusan para orang cerdik pandai.  Tapi, menurutku sih pikirkan lagi dech sebab banyak sekali resiko yang harus di tanggung.

Rep…!!!>>>
Tiba-tiba mati lampu>>>
Suasana tambah gaduh aja>>>
Kaya di Kampungku aja  sering baget mati lampu
Udah gituuh kadang lama bangeet
Tapi yang membuatku aneh bukan itu.
Aku heran, bersamaan dengan mati lampu sepertinya banyak sekali tangan-tangan yang berusaha menyentuhku.  Seperti menggerayangiku gituh.  Apa mereka mau mencopet?, ahh… tak mungkin.  Apa mereka sekedar ini menyentuhk saja?, ah tidak mungkinkan, toh sama-sama laki-laki.  Atau jangan-jangan mereka orang-orang homo yang suka sama sesama jenisnya?, hiihh… menjijikan sekali.  Baru kali ini aku mengalami hal kaya gini.
Entah kenapa fenomena laki-laki homo sepertinya kentara sekali di kota Jeddah.  Bahkan para TKI yang aku kenal hampir semuanya punya pengalaman atau minimal pernah denger gitu tentang hal-hal tersebut.  Kenapa ya bisa begitu.  Bahkan temanku Rasyid pernah beberapa kali mau di perkosa oleh sesama laki-laki.  Ihhh mit-amit, mendingan kalau di perkosa perempuan…Mungkin karena kultur kaliyaa atau karena keturunan juga.  Tapi itulah kenyataannya.  Waktu pertama kali aku denger ceritanya aku hanya merasa aneh saja, kurang percaya, dan… sepertinya mustahil aja gitu, tapi sekarang setelah mengalaminya sendiri, pertama sih takut tapi lama-lama juga jadi biasa kali yaa…?
Untung>>>
Byaarr…>>>
Lampu nyala kembali dan orang-orang di sekitarku berlagak taik terjadi apa-apa, apalagi terlihat seperti bersalah gitu, waahh… jauh dech.  Syetan banget emang.

Hari telah malam>>>
Tetapi tetap saja aku belum mendapatkan panggilan untuk membawa satu atau dua tangki air bersih.  Mungkin orang-orang di apartemen telah pada komplain.  Turun naik memencet bell kamarku. 

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar