Cari Blog Ini

Kamis, 01 Oktober 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 192 - NOVEL GRATIS

“Tapi kalau bisasih jangan sampai ketahuan majikanmu!”, lanjut Nur`ani seperti menyembunyikan sesuatu.
            “Nah loh…, benerkan?”, batinku
            “Oke madam!”, jawabku yang emang lagi sebel-sebelnya dengan yang namanya abuya. Abdurrahman.
            “Ya udah, aku berangkat dulu ya, tuh jemputannya sudah datang!”
            “Ma`a salamah!”
           
            Nur`aini pergi>>>
            Kembali aku sendiri>>>
            Kulipat surat dari kampung halaman>>>
            Kumasukkan kantong baju>>>
            Duduk di atas kursi yang sesunggunya aku benci>>>
            Tapi, di sini dan di sinilah aku harus berada sepanjang hari>>>
            Menghitung entah berapa panjang jalan kaya yang telah aku tempuh>>>
            Dan masih harus aku tempuh lagi>>>
            Gelap dan penuh debu>>>
            Tapi belum juga sampai>>>


            “Ali, isy fi musykilah?” Ali ada masalah apa?,  sapa harits Pakistan
            “Ma fi musykilah, bas abuya ger ger ger kidza!?” Tidak ada masalah, Cuma abuya rewel dan bayak omong gitu!?
            “Dahin fi musykilah?!” Sekarang ada masalah!?,  Lanjut Ghulam
            “Masalah apaan?”
            “Kemarin waktu kamu tidak ada, air ledengnya banjir”
            “Banjir?”
            “Iya, sampai ke jalan-jalan, para tetangga pada datang, ribut, akhirnya datang petugas dan mengambil meteran air”
            “Loh, tapi tadi kok Salamah tak bilang apa-apa ya?”
            “Mungkin dia lupa kali?”
            “Mungkin saja, karena dia marah-marah terus?”
            “Terus, sekarang coba lihat dech, airnya tinggal sedikit!”,  Katanya sambil membuka bangker air yang memang ada di samping kami mengobrol.
“Iya yah, paling sampai nanti sore juga habis!”
“Iya, kemarin aku juga udah beli air dua tangki, kalau kamu tiak beli sekarang bisa kehabisan”
“Iya yah, di sana anti tidak?”
“Wah antri banget, aku sampe malem baru dapet air”
“Nah itulah, aku males antrinya”

Emang hidup di kota Jeddah ini sering kekuarangan pasokan air bersih.  Apalagi kalau musim-musim haji.  Wah… yang namanya air tuh mesti bener-bener hemat, jika tidak, bisa kekurangan air bersih tiap hari.  Kata orang sih semua setok air di alirkan ke kota Mekkah untuk mencukupi orang-orang yang melaksanakan ibadah haji.

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar