Cari Blog Ini

Kamis, 01 Oktober 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 191 - NOVEL GRATIS

Duhh… Tuhan?
            Katanya hidup ini susah dan senang, Tapi kenapa kurasakan susah terus
            Katanya hidup ini gelap dan terang, Tapi kenapa kurasakan gelap terus
            Katanya hidup ini miskin dan kaya, tapi kenapa kurasakan miskin terus
            Adakah yang salah dengan rasaku
            Ataukah aku yang selalu tak bisa memandang baik sisi kehidupan?
            Curiga dan terus curiga
            Amarah dan terus dendam
            Entahlah….
            Semoga…     
           
            Untung sempat aku dengar nada lembut jauh dari caci
            Nur`aini yang menyapa dari lubuk hati
            Sedikitlah hati ini terkurangi dari keluh kesah di hati
            “Ahlan Ali, darimana aja jarang kelihatan?”, Sapa Nur`aini membangunkan lamunan yang membawaku jauh pergi.  Segera kuperbaiki raut mukaku dan tingkah lakkuku.  Surat dalam genggamanpun aku amankan juga. Sambil menjawab, “Ahlan juga madam, biasa habis berlibur, main ke rumah temen!”,  jawabku menyambut hangat sapaanya sambil menyembunyikan kejadian yang aku alami.
            “Asik donk kalau begitu?”  Lanjut Nur`aini
            “Lumayanlah, biar ga` stres-stres amat”
            “Iya, bener, eh Ali, bisa bantuin saya tidak?”, Tanya Nur`aini lebih lanjut
            “Bantuin apa madam?”, tanyaku sambil menebak-nebak kira-kira jawaban apa yang akan di ucapkan Nur`aini.
            “Sekarang,  sepertinya saya makin sibuk aja, kamu mau tidak bantuin bersih-bersih kamar saya, yaahh… tiap tiga hari sekali gitu lah?”
            “Maksud madam?”
            “Yah tiap tiga hari sekali kamu sapu ruagan saya, di pel, di buangin debunya, dan tiap hari kamu ambil sampah dari depan kamar saya gimana?”
            “Ohh…, boleh?”,  Jawabku mantap, sebab dari pekerjaan ini biasanya aku dapet tambahan uang.  Tuh kan bener, “Nanti tiap bulan aku kasih kamu bayaran dua ratus real gimana?”  Lanjut Nur`aini.
            “Ya ya, saya bersedia kok”
            “Kalau begitu besok atau kapan kamu aku kasih kunci kamarku?”
            “Baik-baik Madam?”
            “Oh yaa…, mungkin nanti akan banyak tamu untukku, tolong kau antar ke kamarku yaa..?!”

            “Yah baik”,  Jawabku sambil penuh tanya, “Banyak tamu?”, tamu apaan?, apa dia mau buka praktek di sini?, atau tamu-tamu yang lainnya, yah entahlah, kok larinya ke pikiran-pikiran jelek aja sih.

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar