Cari Blog Ini

Kamis, 01 Oktober 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 189 - NOVEL GRATIS

begitu harus keluar uang pula untuk mencuci mobilnya.  Terus orang kedua Hisyam, yang marah-marah karena tak ada yang membersihkan kamarnya sehingga bau tak sedap dan berdebu gitu.  Terus yang lain-lainnya lagi.
            Udah gitu, Salamah pake ikut-ikutan marah lagi, kaya bukan sama-sama TKI aja.  Katanya tiap pagi sebelum mengantarkan anak-anak abuya ke sekolah dia selalu kesini tetapi aku tak ada.  Bahkan sore harinya dia ke sini juga tetapi tetap aku tak ada.  “Kemana aja sih kamu Ali?”, tanyanya lantang
            “Biasa kang, main ke rumah temen, BT-kang”,  jawabku sekedar mengimbangi pembicaraannya saja.
            “Orang kerja kok malahan jalan-jalan, gimana sich?”
            “Pusing kang mikirin duit yang hilang?”
            “Iya, tapi kamu harus tetep kerja, abuya marah-marah padaku, udah gitu aku suruh nyapu apartemen ini tiap hari lagi, lain kali jangan begitu!?”
            “Iya kang…!”, Jawabku iya iya saja, biar aman
            “Nihh… ada surat dari kampung, udah tiga hari aku bawa kesana kemari!”
            “Dari Indonesia kang?”
            “Iya, dari orang tuamu!”
            “Makasih kang!”
            “Ya wiss…, aku pergi dulu ya!”
            “Ya kang”
           
            Sepeninggal Salamah, aku segera merobek amplop surat.  Tak sabar ingin tahu kabar ayah dan ibuku serta keluarga di Indonesia.  Maklumlah sudah lebih setahun aku jauh dari rumah. Jauh dari semua orang-orang terkasih.  Tetapi jauh juga dari semua orang-orang yang aku benci yang melemparkanku hingga ke sini dengan energi amarah dan kemarahan.  Dendam.




Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar