Cari Blog Ini

Kamis, 01 Oktober 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 188 - NOVEL GRATIS

Apa salah jika aku terlahir sebagai orang miskin?
Yang sampai pada batas kesabaran
Mungkinkah kesabaran itu masih ada,?
Jika iya di mana?
Karena dalam jiwaku tak ada lagi, kecuali hanya sebatas keterpaksaan
Yah… terpaksa sabar
Maafkan jika kesabaran itu kumasukkan kantong saku yang bolong dan jatuh entah di mana?  Kemudian aku berlari sambil berteriak, “Aku tak sabar lagiiii…..!”, Syetan kau kemiskinan….Benciii….!!!
Hanya satu yang masih tersisa dalam jiwa yang kian rapuh ini, kata mama, “Orang sabar di cinta Tuhan YME”,  “Sing kelingan nek due duit”,  “Sing ati-ati!”,  “Asal keyeng pasti pareng!”
Aku yakin mamaku takkan membohongiku
Tapi ma, apakah kata-kata mama masih dapat aku lakukan di negeri asing kaya gini?, saat aku mengalami cobaan hidup yang begitu berat. 
Terenyuh jiwa ini, merinding, bersama air mata yang ingin menetes….
Duuh… kenapa aku jadi cengeng beginii…

Apa salah jika aku terlahir sebagai orang miskin?
Yang terombang-ambing di batas gelap dan cahaya
Hitam dan putih
Kalaulah boleh memilih, aku ingin hidup di terangi cahaya gilang gemilang
Tapi
Kenapa remang yang selalu menyelimuti

Apa salah jika aku terlahir sebagai orang miskin?
Yang tak boleh berteriak tentang baik dan buruk jika ingin memperoleh makan
Yang tak boleh berteriak lacur dan mesum jika ingin dapatkan banyak uang
Duuhh… sungguh tak terbayangkan dalam hidup jika aku harus mendapatkan uang Dengan memijat
Jika ingin jadi tukang pijat kenapa harus jauh-jauh ke negeri minyak ini
Tapi, kehidupanku mulai berubah….
Entah….


            Semua orang bisanya marah.  Marah-marah... Parah bangetkan…?, tanpa pernah bertanya, apalagi mencari tahu kenapa aku pergi hampir seminggu.  Kenapa aku tak stand by di sini.  Benci aku.  Pertama yang marah-marah Marwan karena merasa rugi telah membayarku tetapi tetap saja harus membuang sampahnya sendiri.  Udah

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar