Cari Blog Ini

Minggu, 20 September 2015

Kembali Pada Kebiasaan

E.    Kembali Pada Kebiasaan

1.      Pengertian Kembali Pada Kebiasaan

Satu lagi yang dapat kita jadikan solusi kesepian yaitu kebiasaan yang sering kita lakukan. Begini aja ketika kita melakukan kebiasaan-kebiasaan tertentu kita sering merasa bahagia bukan ? sama sekali tidak terlintas dalam diri kita ada sesuatu yang mengganjal, enjoy aja gitu loch, heppy-heppy aja walau kadang kita merasakan-merasakan kadang yang sebaliknya.
Itu berarti dibalik kebiasaan ada segudang kedamaian dan kebiasaan yang dapat kita gunakan sebagai solusi kesepian tinggal kita punya kemampuan mengelok kebiasaan-kebiasaan tersebut ataukah tidak. Nah inilah yang kita maksudkan kembali pada kebiasaan sebagai solusi kesepian. Yaitu mengelola kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan sehingga bisa menjadi solusi kesepian. 

2.      Kenapa Kebiasaan Dapat Menjadi Solusi Kesepian

Menjawab kenapa kebiasaan dapat menjadi solusi kesepian tentunya harus kebiasaan-kebiasaan dimaksud. Sebab kebiasaan memberikan jawaban yang berbeda-beda tetapi secara umum sebuah kebiasaan dapat menjadi solusi kesepian karena beberapa hal berikut 
(1) kebiasaan memberikan kepuasan batin, 
(2) kebiasaan memberikan kepuasan fisik, 
(3) kebiasaan membangkitkan kekuatan batin, 
(4) kebiasaan mendorong keberhasilan bergaul, dan 
(5) kebiasaan menumbuhkan solidaritas sosial.

a.       Kebiasaan Memberikan Kepuasan Batin
Kita yang hobi berolahraga misalnya akan berpikiran gimana gitu, akan berperasaan gimana gitu, pokoknya taktentramlah hingga kita menemukan kebiasaan olahraga tersebut dan begitu juga teman-teman kita yang punya kebiasaan lainnya akan mengalami hal yang sama.
Tetapi setelah kita melaksanakan kebiasaan tersebut segera jiwa kita merasa puas, fress, dan siap melakukan aktifitas-aktifitas hidup kita dengan penuh gairah. Dan kondisi seperti ini tentunya sangat efektif untuk menolak dan menyembuhkan kesepian karena sebagian dari penyebab dan prilaku orang kesepian adalah kondisi jiwa yang lelah dan kurang motivasi dan gairah dalam menjalani kehidupannya jadi kebiasaan emang bisa jadi solusi kesepian tinggal kita bisa mengelolanya apa tidak.
b.      Kebiasaan Memberikan Kepuasan Fisik
Tubuh kita kadang merasa pegal-pegal, lesu, kepala kita suntuk karena darah ngumpul di kepala, otot-otot pada kaku, dan konsi-konsi sejenisnya. Kondisi fisik seperti ini kadang merembet pada kesuntukan pikiran, perasaan, dan terbelenggunya hati nurani, pegal pikirani. Kondisi-kondisi tersebut bisa jadi akan menyeret kita pada kehidupan yang sunyi, sepi, dan kesepian.
Kemudian kondisi-kondisi diatas akan segera berubah menjadi kondisi sebaliknya manakala kita melakukan kebiasaan-kebiasaan tertentu yang cocok dengan kondisi yang kita alami misalnya kebiasaan lari pagi, mandi, tamasya, ataupun kebiasaan-kebiasaan lainnya ?. Jadi kebiasaan dapat menjadi solusi kesepian tinggal kita bisa mengelola kebiasaan tersebut hingga jadi solusi apa tidak.
c.       Kebiasaan Membangkitkan Kekuatan Batin
Kepuasan psikis dan fisik (jasmani dan rohani) jelas merupakan lahan dimana diatasnya dapat tumbuh dengan subur kekuatan batin yang beraneka macam. Mulai dari motivasi hingga ketahanan menghadapi bermacam musibah.
Contoh yang lebih jelas adalah kebiasaan beribadah yang dilakukan oleh orang-orang shaleh membuat mereka memiliki kekuatan batin yang takterhingga. Seberapa besarpun beban hidup yang menimpanya mereka dapat mengatasinya dengan baik.
Batin yang kuat tentunya memiliki kemampuan yang kuat pula dalam menolak dan menyembuhkan kesepian. Jadi kebiasaan bisa jadi solusi kesepian juga dong.
d.      Kebiasaan Mendorong Keberhasilan Bergaul
Keberhasilan bergaul banyak ditentukan oleh seberapa besar kemampuan seseorang menyesuaikan diri dalam lingkungan pergaulannya. Menyesuaikan diri dengan pengaruh lingkungan, nilai-nilai lingkungan, prilaku sosial lingkungan dan hal-hal lainnya. Oleh karena itu orang-orang yang punya kebiasaan menyesuaikan diri maka dia akan cenderung berhasil daripada orang-orang yang tidak punya kebiasaan menyesuaikan diri.
Keberhasilan bergaul membuat seseorang mudah diterima oleh lingkungannya dan ketika dia diterima lingkungannya diapun dapatbergaul dengan baik, tidak canggung dan dapat menikmati pergaulannya. Kondisi tersebut membuat diri seseorang merasa tentram dan merasakan kepuasan batin. Nah keberhasilan bergaul, jiwa yang tentram dan kepuasan batin merupakan beberapa hal yang sangat efektif untuk menolak dan menyembuhkan kesepian sebab sebagian dari penyebab dan prilaku orang kesepian adalah canggung dalam bergaul dan jiwa yang resah, jadi kebiasaan merupakan salah satu solusi kesepian.

e.       Kebiasaan Menumbuhkan Solidaritas Sosial
Ketika kita bisa berolahraga bersama maka lambat laun dalam diri kita tumbuh solidaritas sosial. Menganggap teman gitu. Akrab gitu. Begitupun ketika kita melakukan kebiasaan-kebiasaan lainnya seperti membaca, kerja bakti, kerja, pengajian, sekolah dan kebiasaan-kebiasaan lainnya.
Tumbuhnya jiwa solidaritas dalam diri kita mendatangkan ketentraman dan kepuasan tertentu dalam diri kita karena kita sama-sama tahu jika manusia adalah mahluk sosial yang harus berinteraksi sosial/sosialisasi dan merasakan kepuasan-kepuasan sosial.
Bukan hanya merasa ada teman dan ada orang lain yang dapat kita mintai bantuan juga membuat jiwa kita merasa tentram dan punya kepercayaan diri menghadapi persoalan hidup. Termasuk kesepian jadi dapat kita katakan kebiasaan bisa menjadi solusi kesepian.

3.      Bagimana Mengelola Kebiasaan Agar Menjadi Solusi Kesepian

Setelah kita memahami apa itu kebiasaan dan kenapa kebiasaan dapat menjadi solusi kesepian sekarang kita akan memahami dan mengelola berbeda kebiasaan tersebut hingga dapat menjadi solusi kesepian.
Karena banyaknya kebiasaan-kebiasaan yang bisa kita lakukan dalam keseharian kita maka kita tidak akan memahami dan mengelolanya tetapi hanya beberapa saja seperti 
(1) mengelola kebisaan mandi, 
(2) mengelola kebisaan bekerja, 
(3) mengelola kebiasaan istirahat, 
(4) mengelola kebisaan rekreasi, 
(5) mengelola kebiasaan olah raga, 
(6) mengelola kebisaan bermain, 
(7) mengelola kebisaan bergaul, 
(8) mengelola kebisaan beribadah, dan 
(9) mengelola kebisaan berdoa.

a.       Mengelola Kebiasaan Mandi
Kebiasaan yang bisa kita lakukan sebelum kita melakukan aktifitas apapun adalah mandi-mandi hampir dilakukan oleh setiap orang dalam setiap hari. Dalam sehari kita bisa mandi satu, dua, tiga, atau bahkan ada yang sampai empatkali tergantung kebiasaan masing-masing.
Ketika kita belum mandi kadang kita merasa tak enak badan, bau, gatal-gatal, resah, pikiran sepanjang, kepala berat. Tetapi ketika kita telah mandi perasaan dan kondisi diataspun segera hilang dan berganti dengan kesegaran dan kesiapan melakukan aktifitas hari ini.
Sebagian kita bahkan punya kebiasaan berlama-lamaan di kamar mandi sepertinya sangat menikmati mandinya tersebut. Yah semacam hiburan apa lagi jika mandinya dilakukan dengan pasangannya sambil bercumbu rayu dan bersenggama ala kamar mandi, wah … selangit deh. Sehingga ketika keluar dari kamar mandi mereka nampak bahagia, berseri-seri, penuh gairah, sama sekali tiadak terlintas adanya kesepian dalam dirinya.
“ Kalau saya jenuh menulis, saya mandi kalau habis mandi, pikiran rasanya bersih dan biasanya selalu ada ide nulis. Entah kenapa, mungkin air yang membuat otak saya tiba-tiba kaya di refresh “, kata dewi lestari, penulis novel Supernova yang laris itu. Begitulah kamar mandi mempunyai andil dalam melahirkan sebuah novel. Demikian tulis kompas minggu, 23 Februari 2003.
Beberapa fakta diatas menyakinkan pada kita bahwa ada suatu dalam kebiasaan mandi yang jika kita kelola akan sangat bermanfaat bagi kehidupan kita, baik lahir maupun batin, termasuk sebagai solusi kesepian. Lalu bagaimana mengelola kebiasaan mandi agar menjadi solusi kesepian?, mari kita lihat dan kita lakukan bersama.
(1)   Sebelum Mandi
Kebahagiaan dan ketentraman saat mandi banyak dipengaruhi oleh hal-hal sebelum mandi. Pertanyaan mendasar yang harus terjawab sebelum mandi adalah kenapa aku harus mandi? Sebagian kita menjawab karena tubuh kita sangat kotor, karena kita akan kerja atau ke pesta, karena kita ingin bergembira, dan jawaban-jawaban lainnya.
Setelah kita menemukan jawaban tersebut maka langkah berikutnya adalah mempersiapkan peralatan mandi dan hal-hal lain yang dibutuhkan. Persiapan ini selain mempertimbangkan hal diatas juga mempertimbangkan model mandi yang akan kita kerjakan. Apakah sendirian, berdua, atau dengan banyak teman. Apakah di kamarmandi, di kolam, atau dimana.
Tidak ada salahnya sebelum mandi kita menghantarkan berada dengan cara gerak badan barang beberapa menit. Saya menyarankan lari-lari do sekitar rumah atau tempat yang kita anggap nyaman saya juga merasakan ketika lari-lari dengan telanjang kaki karena kita akan merasakan sentuhan-sentuhan nikmat di telapak kaki yang diikuti hangatnya aliran darah disekitar kaki. Kemudian istirahatlah barang sesaat.
Yang sangat perlu kita pertahankan ketika melakukan hal-hal diatas buatlah jiwa kita bebas, relax, nyantai, dan coba rasakan betapa ketentraman lahir batin/jasmani dan rohani dapat kita rasakan. Pertahankan kondisi tersebut dan bawalah ke tempat mandi.
(2)   Sesaat Mandi
Bagi kita yang beragama masuklah kekamar mandi dengan membaca do’a pada Tuhan Yang Maha Esa. Mintalah kebaikan dan manfaat dari mandi yang akan kita lakukan. Tukarlah pakaian yang kita kenakan, lakukan dengan penuh perasaan, jika perlu kita dapat bercanda dengan diri kita sendiri lewat cermin yang ada di kamar mandi, rasakan jika kita senang dan nyanyi di kamar mandi, jangan sampai kita telanjang bulat. Bagi laki-laki minimal pakai celana dalam dan bagi perempuan minimal pakai kutang dan cawet (BH dan celana dalam) meskipun mandi yang kita lakukan tersbut kita lakukan dengan pasangan kita karena hal tersebut akan menghilangkan kesan jorok dan jijik yang dapat menghilangkan kebahagiaan, gairah, dan ketentraman saat mandi. Hal tersebut juga menambah tantangan bagi pasangan yang ingin mandi sambilbercinta jadi semacam ada variasi dan perjuangan saat akan mencapai klimaks.
Mubah dengan membanjur kepala dan rasakan betapa sejuknya air merasuk ke batok dan tubuh kita yang panas, rasakan juga betapa air menstabilkan kelenturan yang panas dan kekakuan otot-otot diri kita, rasakan juga betapa air menstabilkan suhu dan peredaran darah kita. Rasakan … dan terus rasakan hingga dalam diri kita tumbuh kebahagiaan dan kenyamanan saat mandi.
Mulailah dengan mengkeramas rambut kepala, membersihkan wajah, hidung dan telinga, sikat gigi, dan lulurkan sabun mandi bukankah kita kadang tersenyum melihatnya, lihat pula tubuh kita yang mengkilat yang mengkilat dan indah bukankah kita merasa bangga, tentram, dan bahagia. Tidak ada salahnya bersiul, nyanyi, nyengir, tertawa lirih, berjingkrak kecil, dan hal-hal sejenisnya. Syukuri anugrah dan kebahagiaan tersebut hingga kita merasa kebahagiaan yang lebih berlipat ganda saat mandi.
Bagai anda yang mandi berpasangan tidak ada salahnya anda melakukan hal-hal tersebut saling bergantian dengan pasangan anda. Anda bisa silang menikmati indahnya tubuh sendri dan tubuh pasangan anda. Anda juga bisa melakukannya sambil bercinta, sambil berciuman, berpelukan, meremas dada dan payu dara, dan juga saling memeras kemaluan pasangan anda. Sesekali pejamkan mata dan rasakan sensasi kelezatan yang luar biasa pada tubuh dan jiwa anda. Lakukan cinta ala kamar mandi jika mungkin anda bisa mandi  menjadi proses percintaan dan pesetubuhan. Sungguuuuh … nikmat …. Bukan.
Tetapi bagi anda yang takpunya pasangan hal atau bagi anda yang mandi sendirian jangan sampai melakukan hal tersebut karena lambat laun akan menghadirkan kegelisahan sehingga sangat bertentangan dengan proses mengelola mandi sebagai solusi kesepian yang sedang kita lakukan.
Jangan melakukan onani atau masturbasi saat mandi karena akan mendatangkan keresahan jiwa. Cara menghindarinya jagalah mandi telanjang bulat dan jauhkan fantasi-fantasi ngeseks saat mandi.
Yang terpenting dari ritual mandi yang kita lakukan adalah lakukanlah mandi dengan perasaan tentram dan bahagia cobalah sesekali pejamkan mata … hening … siramkan air ketubuh kita dan rasakan betapa nyantai dan tentram jasmani dan rohani kita kemudian gunakanlah energi tersebut untuk menolak atau menyembuhkan kesepian kita.
Kebahagiaan saat mandi juga saat dipengaruhi oleh waktu dan tempat mandi. Waktu mandi harus tepat jangan sampai ketika mandi kita merasa terburu-buru karena harus segera melakukan sesuatu atau tersiksa karena udara terlalu dingin. Tempatnya juga harus aman dan nyaman, jangan mandi kita ditempat terbuka, terlalu sempit, bau atau yang sejenisnya sehingga kita tidak merasakan keamanan dan kenyamanan saat mandi akhirnya mandi yang kita lakukan takdapat mandi solusi dari kesepian kita. Mandilah maka kita kan menemukan kesegaran lahir dan batin.
(3)   Setelah Mandi
Kebiasaan setelah mandi adalah berpakaian dan berdandan. Lakukanlah hal tersebut yang bisa membuat diri kita merasa nyaman dan bahagia. Memilih pakaian kosmetik memeberikan ketenangan dan kebahagiaan tersendiri tentunya jika kita lakukan dengan jiwa yang lapang.
Setelah mandi jika ada waktu dan kesempatan walaupun hanya beberapa saat bersantailah, rasakan kesegaran tubuh, pikiran, perasan, dan hati nurani yang baru saja dan sedang kita rasakan. Biarkan ketentraman dan kesegaran tersebut terus merasuk dalam diri kita dan menjadi benteng di setiap kesepian yang akan merongrong diri kita dan mengobati kesepian demi kesepian yang tersisa dalam diri kita.
Cobalah merasakan energi yang tersimpan di balik kebiasaan mandi kita dengan gaya kita masing-masing sehingga kita dapat memanfaatkannya sebagai solusi kesepian. Cobalah … dan yakinlah … pasti berhasil …
b.      Mengelola Kebiasaan Bekerja
Ketika kita bekerja kadang kita merasa bosan, muak, membenci pekerjaan, stres dan perasaan-perasaan sejenisnya. Tubuh kita juga letih, cape, lesu, sakit-sakit, panas dingin, dan kondisi-kondisi diatas dan pada taraf tertentu melemparkan kita dalam kehidupan yang sunyi, sepi, dan kesepian.
Tetapi sebagian kita merasakan kondisi sebaliknya kita merasa bergairah, penuh semangat, tubuh sehat, dan kondisi-kondisi ideal lainnya saat kita bekerja ataupun saat kita tidak bekerja.
Kalau begitu ada sesuatu dbalik kebiasaan kerja yang jika kita kelola maka dapat bermanfaat bagi kehidupan kita termasuk untuk mengatasi kesepian. Cuma gimana mengelolanya mari kita lihat dan kita lakukan bersama.
(1)   Sebelum Kerja
Ada banyak hal yang harus kita kerjakan sebelum kita bekerja ibarat olahraga harus pemanasan dulu dan ibarat mesin haru dipanasi dulu. Sebagai mahluk jasmani dan rohani pemanasan yang kita lakukan juga harus menyentuh dimensi-dimensi jasmani dan rohani. Misalnya dengan cara mengelola kebiasan mandi di atas mengurus kepribadian pribadi sendiri. Sedikit membaca dan berjalan mengitari rumah atau bagi yang bisa ngopi berjalan mengamati pekerjaan sambil ngopi juga sangat berarti sebagai pemanasan sebelum kerja.
Sebelum kerja kita juga harus mempersiapkan peralatan kerja dan hal-hal yang dibutuhkan saat bekerja. Mulai dari peralatan dan kebutuhan pribadi hingga peralatan dan kebutuhan kantor. Bagi sebagian kita yang punya kebiasaan ngopi, merokok, minum-minuman energi dan yang sejenisnya juga jangan sampai lupa. Sebab hal-hal kecil seperti ini jika sampai terabaikan biasanya akan sangat menganggu.
Lakukanlah hal-hal diatas dengan sungguh-sungguh tapi nyantai. Yah pokoknya tidak membuat jiwa dan fisik kita merasa terbebani. Tetapi lakukan dengan riang, tentram dan selalu punya harapan caranya…? Ya … nyantai … apa itu nyantai, kalau anda ketemu saya pastilah anda dapat memahaminya dan melakukannya. Nyantai gitu loch …
(2)   Saat Kerja
Prinsip dasar dalam bekerja adalah fokus … nyantai … bekerja maskimal … jika cape istirahat… jika telah cukup kerja lagi. Agar suasana kerja menyenangkan dan terjauh dari kesepian maka buatlah tempat kerja menyenangkan, mentahi, nyaman dan suana kerja buat tidak kaku dan nyantai tetapi tetap fokus pada target.
Selain itu target dan waktu kerja cobalah dibuat sejalan dengan gaya kehidupan kita sebab tertekan oleh waktu dan target kadang membuat stress dan kesepian. Kuncinya mudah kok, buat diri kita mencintai pekerjaan kita itu saja sehingga saat kerja kita tidak merasakan sedang bekerja tetapi sedang bercinta dengan sesuatu yang kita cintai.
Hampir tidak ada atau jarang sekali apa yang kita hasilkan dari satu pekerjaan dapat mencukupi semua kebutuhan kita. Nah ketika kita mengalami hal tersebut maka kita harus belajar menerima keadaan tersebut sehingga kita tetap mencintai pekerjaan kita. Kegagalan dalam proses ini membuat kita mencintai pekerjaan kita dan menghadirkan kegelisahaan dan kesepian. Dan jika kita tidak mengalami hal diatas cobalah berbagi kebahagiaan dengan orang-orang sekitar kita karena hal tersebut sangat menunjang kepuasan dan ketentraman batin kita. Bahkan kita percayai akan menambah sukses dan rizky kita. Amiin.
Sesekali cobalah hening sesaat … pejamkan mata … temukan kedamain dan ketentraman dalam diri kita … kemudian terus hening … diam … dan temukan kedamaian dan ketentraman pekerjaan kita … kemudian terus hening diam … hirup udara … dan hembuskan … tetap pekerjaan kita dengan penuh keyakinan dan harapan.
Lakukanlah kebiasaan-kebiasaan diatas secara terus menerus sejalan gaya kehidup kita dan …yah nyantai hingga kita benar-benar merasakan keterbebasan diri kita dari kesepian dan memiliki ketahanan menolaknya.
(3)   Setelah Kerja
Setelah bekerja istirahatlah … lakukanlah hal-hal kecil yang membuat jiwa dan tubuh kita merasa fress. Berencana dengan teman-teman, nonton TV bareng keluarga, mengerjakan hobi, membaca hiburan, olah raga ringan, dan aktifitas-aktifitas sejenisnya sangat membantu menyegarkan jiwa dan tubuh kita. Tentunya mandi juga dapat kita pertimbangkan.
Hindarkan bekerja setelah bekerja … karena meskipun kita lakukan demi target tetapi hasilnya tak cukup berarti dan buruknya keesokan harinya atau lusa kita takdapat bekerja karena tubuh kita sakit atau jiwa kita suntuk jadi nyantailah …
Biarkan energi yang tersisa makin bertambah besar untuk kita gunakan esok hari. Ingatlah ibarat takaran jasmani dan rohani kita juga punya takeran dan takkan dapat merupakan pekerjaan melewati takarannya terkecuali disertai efek-efek buruk pada diri kita.
c.       Mengelola Kebiasaan Istirahat
Setelah mandi kemudian kerja maka kebiasaan kita berikutnya adalah istirahat. Istirahat merupakan suatu kebiasaan yang jika kita kelola dengan baik maka akan sangat bermanfaat bagi kehidupan kita termasuk untuk mengatasi kesepian tetapi jika kita tidak mengelolannya maka kita takkan pernah merasakan manfaat istirahat dan terkesan membuang-buang waktu saja.
Ketika tubuh kita merasa capek atau ruhani kita merasa lelah maka yang harus kita lakukan adalah istirahat. Berhentilah dari mengerjakan hal-hal yang memberikan kesegaran pada fisik dan psikis kita Jika memungkinkan tidur merupakan hal terbaik saat istirahat.
Beristirahatlah tempat atau mengganti suasana merupakan hal yang sangat tepat saat beristirahat. Beristirahat ditempat yang rindang dan akrab dengan alam alami jauh lebih baik daipada ditempat-tempat lainnya meskipun sebagaian kita mungkin mengalami kondisi sebaliknya.
Kuncinya buatlah jasmani dan ruhani kita merasa nyantai hingga kesegaran terus merasuk dalm diri kita dan menghadirkan kedamaian dan gairah untuk melakukan aktifitas kehidupan berikutnya. Pertahankan kedamaian tersebut beberapa sebelum kerja dan hingga … pejamkan mata … damai …
d.      Mengelola Kebiasaan Rekreasi
Dalam pandangan Hurlock dalam bukunya Psikologi perkembangan beberapa hal yang dapat dikatakan rekreasi diantaranya adalah permainan dan olahraga, bersantai, bepergian, hobi, dansa, membaca, menonton, radio dan kaset, televisi, dan melamun. Kebiasaan rekreasi ini jika kita kelola dengan baik akan sangat bermanfaat bagi kehidupan kita termasuk sebagai solusi kesepian tetapi jika kita biarkan maka rekreasi tinggal rekreasi dan salah-salah malahan menyeret kita pada dunia kegelisahan dan kesepian.
Bagaimana mengelola kebiasaan rekreasi ini setiap kita tentunya punya kebiasaan-kebiasaan sendiri tetap pada dasarnya modelnya sama yaitu rekreasi haruslam membuat jiwa bertambah tentram dan tubuh makin fress. Jika tidak demikian berarti ada sesuatu yang keliru dalam mengelola kebiasaan tersebut.
Lakukanlah rekreasi pada waktu luang, sebelum atau sesudah kerja, pada saat istirahat, pokoknya tidak mengganggu kwajiban-kewajiban lainnya.
Kita juga harus memilih bentuk rekreasi yang cocok dengan diri kita dan juga diterima oleh keluarga, masyarakat, dan norma lainnya. Sebab jika mereka tidak menerimanya bukannya tidak mustahil malahan akan melahirkan konflik beru dan kesepian baru.
Kebiasaan membaca mungkin merupakan rekreasi paling murah, paling mudah, paling dapat diterima oleh semua kalangan dan paling menguntungkan. Kita tinggal memilih bencana-bencana yang cocok dengan kita dan situasi yang ada. Rekreasi membaca ini sangat membantu dalam mengatasi kesepian karena dengan membaca seseorang dapat memperoleh pengetahuan baru yang takterhingga, kepuasan batin, ketentraman batin, kesegaran jasmani, dan secara taksadar daya tahan jiwa kita terhadap cobaan hidup terus bertambah seiring berkembang dan bertambahnya kekuatan pikiran, perasaan, dan hati nurani kita sehingga dapat menyikapi hidup dengan tepat.
e.       Mengelola Kebiasaan Olahraga
Bahwa olahraga secara fisik membuat tubuh sehat dan secara psikis membuat tubuh sehat dan secara psikismembuat sehat adalah suatu kebenaran yang tiada seorangpun menolaknya karena antara fisik dan psikis memiliki keterkaitan-keterkaitan yang saling mempengaruhi.
Kemudian kondisi jasmani dan rohani yang sehat jelas merupakan potensi dan kekuatan yang sangat berharga yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi setiap problem kehidupan termasuk kesepian tentunya.
Setiap olahraga pada dasarnya jika kita kelola dengan tepat dapat menjadi solusi kesepian tetapi baik lah kita ihat bagaimana olahraga lari dapt menjadi solusi kesepian.
Cobalah hening sesaat … diam … pejamkan mata … dan fikiarn, rasakan, dan gunakan hati untuk menemukan kondisi jasmani dan rohani kita, apakah kita kesepian? Jika ia maka berlarilah pasti akan sembuh dan jika tidak maka berlarilah maka kita akan punya ketahanan terhadap kesepian.
Larilah disekitar rumah, di taman kota, atau di jalanan yang tidak teralu ramai. Rasakan enaknya goyangan tubuh seiring urat dan otot yang makin lentur. Rasakan detak jantung seirama dengan hembusan nafas yang mengiringi hangat dan derasnya aliran darah di sekujur tubuh kita. Lambat laun kesegaran jasmani dan rohani makin kita rasakan. Terus belajari … ikuti irama alam dan kehidupan, pelan saja … sesekali pejamkan mata … hening … dan rasakan kedamaian jiwa …
Kondisi diatas jika kita ulangi pada waktu yang tepat dan dengan kualitas yang tepat maka lambat laun tetapi pasti dapat menolak dan menyembuhkan kesepian.
Temukan juga kekuatan-kekuatan batin yang terlahir saat berlari, bukankah saat berlari kita menemukan gairah, kita menemukan motivasi, tak ada lagi kelesuhan dalam diri kiti menemukan infirasi, kita juga menemukan banyak solusi berlari, pelan saja … dan temukan kedamaian yang ditawarkannya.
f.       Mengelola Kebiasan Bermain
Kita sering mengalami ketika kita sedang bermain mengalami kebahagiaan-kebahagiaan terntu hingga taklagi merasakan kesuntukan-kesuntukan yang kita rasakan sebelum kita bermain. Dan setelah  bermain kita merasakan kesegaran jasmani dan rohani. Meskipun kadang kita juga merasakan hal-hal yang sebaliknya. Ini berarti dibawh permainan ada sesuatu yang jika termasuk sebagai solusi kesepian.
Sebelum bermain permainan yang cocok dengan kita dan diterima oleh lingkungan kita. Lakukanlah permainan dengan teman-teman yang cocok dengan kita. Lakukan permainan dengan positif dan i’tikad baik. Rasakanlah selama permainan kita merasakan adanya kebebasan diri, nyantai, bahagia, dan merasa aman dan tentram. Rasakan terus hingga rasa aman dan damai melahirkan energi-energi positif yang menolak dan menyembuhkan kesepian.
Pengelolaan permainan harus dilakukan dengan tepat, baik sebelum, saat, maupun sesudah bermain. Sebab pengelolaan yang kurang tepat malah membuat tubuh dan jiwa bertambah lelah, reash, gelisah, dan takmustahil menambah kehidupan makin sunyi, sepi, dan kesepian.
Dalam mengelola kebiasaan bermain ini resepnya mudah aja kok. Buatlah tubuh, pikiran, perasaan, dan hati nurani kita merasa nyantai. Ada perasaan ringan karena tidak terbebani oleh sesuatu hal. Itu saja dan untuk menciptakan suasana ini maka pengelolaan kebiasaan bermain tersbut haruslah melibatkan unsur-unsur jasmani dan rohani kita yang kita miliki.
Cobalah hening … diam … pejamkan mata … masuki dunia batin … dan rasakan jika kebiasaan bermain yang kita lakukan adalah bermanfaat bagi diri kita dan menjauhkan kita dari kesepian. Bermainlah … dan hening …
g.      Mengelola Kebiasaan Bergaul
Kita sering melihat orang-orang yang bisa bergaul punya perbedaan yang sangat mencolok dengan orang-orang yang tak biasa bergaul. Perbedaan mereka dapat kita lihat daro cara berpakaian, cara berbicara, cara bertindak, cara mengelola jiwa, cara mengelda ekspresi, dan hal-hal lainnya. Ini menandakan bahawa di balik kebiasaan bergaul ada sesuatu kekuatan yang jika kita kelola maka dapat memberikan manfaat yang sangat besar dalam kehidupan kita termasuk sebagai solusi kesepian tentunya.
Ketika kita bergaul dengan orang lain sesungguhnya kita sedang mengasah potensi pikiran, perasaan, dan hati nurani kita sehingga dari ketiga potensi batin tersebut lahir kekuatan-kekuatan yang maha dahsayat. Tak heran jika orang yang punya kebiasaan bergaul punya kemampuan lebih tinggi mengatasi kesepian karena selain punya kemampuan dia juga punya rekor lebih banyak dalam latihan mengelola jiwanya.
Kita sadar tiak semua pergaulan membangkitkan kekuatan positif dan memberikan dampak positip tetapi banyak juga yang menjerumuskan kita pada hal-hal negatif oleh karena itu kita harus mengelolanya.
Pengelolaan tersebut dapat kita mulai dari keheningan … diam … pejamkan mata … dan fikirkan tujuan kita bergaul, lingkungan mana yang akan kita gauli, dan bagaimana sikap kita sesaat bergaul. Ah teori … kemampuan ini akan kita dapatkan dengan serta merta manakah kita membiasakan diri bergaul. Yang terpenting pergaulan yang akan kita lakukan berangkat dari ketentraman jiwa dan yakin bahwa yang akan kia lakukan adalah benar dan mendatangkan manfaat.
Bergaulah dengan penuh perasaan dan tanggung jawab. Bersikaplah tolerasn dan tidak memaksakan kehendak dan yang terpenting rasakan jika kita merasakan kedamaian konflik yang justru membuat jiwa kita suntuk. Gimana caranya ?, ya bergaul aja dan gunakan pikiran, perasaan, dan hati nurani kita selama pergaulan kita. Dan ingat jangan sampai terjebak dalam pergaulan negatif.
h.      Mengelola Kebiasaan Beribadah
Setiap orang beragama pastilah punya kebiasaan beribadah dan dengan beribadah jiwa menjadi bersih dan jiwa yang bersih terjauh dari titik hitam kesepian.
Tentang bagaimana mengelolah ibadah agar dapat menjadi solusi kesepian setiap agama tentulah memiliki cara-cara tersendiri. Saya Cuma dapat menyarankan kembalilah pada ajaran anda tersebut. Namun saat agama yang anda yakini memberikan pilihan-pilihan terahadap iabdah-ibadah yang dapat kita lakukan maka pilihlah ibadah-ibadah yang kita punya kecendrungan lebih besar padanya. Sebab hal ini akan mengurangi konfik-konflik kejiwaan yang bisa muncul saat kita mulai membiasakan suatu ibadah. Pengendalian diri dan penyucian diri itu kuncinya dan ini dapat diperoleh dengan beribadah secara ikhlas.
Buktinya bukankah kita melihat perbedaan yang sangat besar antara orang-orang yang membiasakan diri berbadah dengan yang tidak, baik dalam kondisi lahir maupun batin. Beribadahlah maka kita akan terbebas dari kesepian.

i.        Mengelola Kebiasaan Berdo’a
Berdo’a adalah suatu permohonan pada Tuhan Yang Maha Esa. Efek positif dari berdo’a adalah tertanam suatu keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dimana keyakinan tersebut melahirkan motivasi dan sikap optimis.
Bagimana mengelola kebiasaan berdo’a sebagai solusi kesepian maka kembalilah pada ajaran agama masing-masing karena masing-masing agama biasanya memiliki tuntutan yang sangat oprasional tentang tatacara berd’a tersebut.

Ketentraman karena ada tempat minta itulah hal yang terpenting dari kebiasaan berdo’a maka berdo’alah pastilah kita dapat mengatasi kesepian.


Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar