Cari Blog Ini

Rabu, 30 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 186 - 187 - NOVEL GRATIS

Pernah beberapa kali aku mengambil jalan lain tetapi sepertinya nasib yang sama selalu menimpaku.  Aku selalu tak cocok dengan majikanku.
Hingga>>>
Terakhir kali kamu menemukanku tergeletak di pinggir taman kota.
Saat itu aku baru saja di pukulin majikankau gara-gara dia curiga aku yangmengambil uangnya yang hilang.  Padahal, sama sekali aku tak pernah mengetahuinya.  Setelah di pukuli aku di campakkannya di pinggiran taman kota itu.
Oh Sunguh…, berat sekali jalani hidup di kota ini
Hingga>>>
Aku putuskan untuk menjual diri agar tetap hidup di kota yang kejam ini.  Sepertinya aku sangat benci dengan nasib yang terus saja mengombang-ambingkanku dalam ketidakpastian demi ketidakpastian.  Dalam kemiskinan ke dalam kemiskinan lainnya.   Duuhh… Tuhan, sampai kapankah harus aku jalani hidup seperti ini.
Tak terasa, mendengar ceritanya airmataku mulai mengalir bersama isak tangis yang lirih aku dengar dari mulut Shafiya dan juga Aliya.
Setelah Shafiya
Giliran Aliya menceritakan pengalaman pahitnya.
Dia ternyata sama, mengalami kejadian memaluan di kamar 991 ketika menginap di hotel Pakistan.  Aneh, Aliya juga ternyata bertemu dengan laki-laki hitam kriting.
Kini giliranku menceritakan apa yang aku alami di Saudi
Tak seperti yang di bayangkan
Tak seperti yang aku inginkan
Sungguh….

Malam begitu larut
Akhirnya aku tertidur di tempat Shafiya.  Kami tidur satu kamar berempat.
Tubuhku terhimpit di antara tubuh Shafiya dan Aliya.  Entah apa yang terjadi ketika aku tertidur, sebab pagi hari aku baru sadar jika kami telah tidur bersama.
Hampir seminggu aku hidup bersama Shafiya dan aliya serta seorang temannya.  Tak ada yang perduli dengan kami walaupun kami berlainan jenis.  Hidup sendiri-sendiri kaliya. Rileks rasanya hidup di sini, jauh dari segala tetek bengek yang namanya pekerjaan.
Aku baru sadar ketika aku tak memiliki duit sama sekali dan tak ada lagi yang dapat kami makan. 
Aku bingung.
Hingga>>>
Aku putuskan kembali ke apartemen
Paling tidak di sini aku dapat uang untuk beli tamiz dan makan siang
Duh… siang
Duuh.. malam
Biarlah apa yang terjadi menjadi rahasia di antara kita saja



  



Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar