Cari Blog Ini

Rabu, 30 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 185 - NOVEL GRATIS

Memaksaku>>>
Aku berteriak>>>
Dan jadi heboh malam itu>>>
Setelah itu di keluarga ini sepertinya neraka saja, selalu ada pertengkaran, saling curiga…
Hingga>>>
Aku putuskan untuk kabur saja
Tetapi di luar tak seramah seperti yang aku bayangkan
Berhari-hari aku berjalan tanpa tujuan, makan seadanya, tidur di emper masjid atau tempat-tempat yang aku anggap aman.
Hingga>>>
Aku ketemu seorang Indonesia yang menolongku
Kamu tahu siapa orang tersebut?
Dia adalah Fuad, temenmu waktu di penapungan dulu.  Dia mengantarkanku ke penampungan ini.  Di sini rupanya kehidupan belum lagi lebih baik.  Mulanya Fuad sering datang kemari, menengokku dan memberikan sedikit uang untuk kebutuhanku sehari-hari.   Begitu banyak pengorbanan yang di berikannya padaku
Hingga>>>
Ketika hubungan kami makin dekat aku tak dapat menolaknya ketika dia menyatakan cintanya padaku.  Mulanya hubungan kami wajar-wajar saja
Hingga>>>
Pada akhirnya kami terjebak dalam hubungan yang penuh nafsu.  Meskipun demikian kami tak pernah menyesalinya karena kami melakukannya atas dasar suka sama suka dan dengan kesadaran penuh
Hingga>>>
Ketika aku mulai hamil, Fuad mulai jarang datang kemari.  Dia terkesan hendak melarikan diri dari masalah janin yang aku kandung ini.
Hingga>>>
Dia benar-benar tak pernah datang lagi kemari dan kandunganku makin besar saja.  Sementara tak ada uang sepeserpun dalam sakuku.  Aku panik.
Hingga>>>
Akhirnya aku putuskan untuk menggugurkan kandunganku
Selanjutnya aku hidup dari belas kasihan para tetangga yang hidup di sini.  Sungguh sulit aku hadapi  hidup saat itu.  Udah begitu, Aliya yang juga kerja di Kota Jeddah ini juga mengalami nasib yang sama denganku, tak betah dan kabur dari rumah majikan.
Hingga>>>

Tak ada pilihan lain, dia datang kemari, mencoba bertahan hidup denganku.  Tak ada yang bisa di lakukan seorang wanita dalam kondisi seperti ini.  Di negeri asing lagi.  Kecuali mengandalkan belas kasihan para tetangga atau para lelaki yang sering main kemari.  Mereka sering menolong keuangan kami hingga akhirnya mereka meminta sesuatu dari kami dan unuk bertahan hidup akupun kadang menyerahkan tubuhku pada para lelaki hidung belang itu.

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar