Cari Blog Ini

Rabu, 30 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 183 - NOVEL GRATIS

Taxi berhenti
Kembali aku papah perempuan ini
Menaiki tangga kesatu, kedua, ketiga,
Hingga>>>
Aku melihat sebuah pintu terbuat dari  lempengan besi, terlihat kuno dan kotor
“Ketuk aja pintunya mas!”, bisik si perempuan yang ada dalam papahanku
Pintu terbuka, tapi yang nampak bukan layaknya ruangan sebuah kamar ataupun rumah.  Melainkan sebuah tempat terbuka yang menjadi bagian teratas dari sebuah bangunan. Lihat aja, bulan dan bintang dari sini nampak sangat jelas.  Juga kerlap-kerlipnya lampu kota Jeddah, sangat indah terlihat dari puncak gedung ini.  Orang-oramg sini biasa menyebutnya Syuthuh.  Di sisi-sisi tempat ini aku lihat ada sekitar delapan pintu yang kayanya milik kamar-kamar berukuran kecil, sekitar empat kali enam mungkin.  Yahh… kaya kamar-kamar kontrakan di kota Jakarta kali. 
Si ibu menunjuk salah satu kamar.
Aku memapahnya kearah kamar tersebut
Pintu di ketuknya
Krekeet pintu terbuka

Dalam kamar tersebut ada dua orang perempuan
Sedang tiduran di atas dua lembar kasur  butut
Di pojok ruangan nampak beberapa peralatan dapur
Dan di pojok ruangan lainnya, seperti layaknya kamar perempuan, berjejer kosmetika dan peralatan dandan lainnya.  Tentu saja ada cermin besar yang menempel di dinding.  Tercium bau harum dari arah sini dan tercium bau tak sedap dari arah lainnya.
“Shafiya?!”, sapa salah seorang dari mereka
Mendengar nama Shafiya, aku seperti ingat sesuatu , ketambah lagi suaranya itu loh seperti aku kenal juga.  Atauu…, jangan-jangan diaa…, ah tidak mungkin?
“Aliya?!”,  jawab perempuan di dekatku.  Lagi-lagi mendengar nama ini aku seperti ingat sesuatu.  Sepertinya begitu banyak orang-orang yang memiliki nama yang sama.
“Kenapa kamu Fi?”  tanya orang yang di panggil Aliya sambil mendekati perempuan di dekatku
“Biasalah di pukuli majikan”
“Siapa orang ini Fi?”  Tanya Aliya
“Dia yang menolongku”, jawab Shafiya sambil membuka cadarnya

Busyet, wajahnya juga seperti aku kenal.  Apakah mungkin dia adalah Shafiya TKW yang satu perusahanaan denganku waktu di Jakarta.  Tapi kenapa juga dia ada di penampungan ini.  Kupendam perasaan ingin tahuku ini hingga aku benar-benar yakin jika dia itu Shafiya.

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar