Cari Blog Ini

Rabu, 30 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 175 - NOVEL GRATIS

“Anu saya mau bersih-bersih kamar saya dan menata ruangan supaya lebih menyenangkan jadi kamu Bantu saya ngangkat-ngangkat barang gitu”
“Oh baiklah madam, panggil saya kapan saja, pasti saya bantu kok!”
“Makasih ya Ali”
“Sama-sama madam”
Sebuah Taxi lewat
Nur`aini menyetopnya
Kemudian dia masuk sambil berkata,
“Ya sudah, saya berangkat dulu ya…, ma`a salamah…!”
“Ma`a salamah…!”

Kembali aku sendiri
Hanya bersama kesedihan dan gejolak di jiwa ini
Namun kali ini tumbuh sedikit  harapan mendapatkan baksis dan sedikit makanan saat membantu madam membereskan  kamarnya. Lumayan bisa untuk stok makanan beberapa hari.  Kadang dia memberi buah-buah yang belum pernah aku makan sebelumnya.  Delima, mangga, jeruk, apel dan buah-buahanlainnya  yang selam di sini meskipun aku melihatnya tidap hari terpajang di warung-warung dan super market tetapi kayanya belum sekalipun aku membelinya.  Apalagi sampai membelinya berkilo-kilo.  Sungguh suatu mimpi bagiku.
Ali… ta`al, isy fii?”  Ali… kemarilah, apa ini?,  tanya Marwan sambil menunjuk mobilnya yang belum sempat aku cuci.  Tentu saja dengan nada marah-marah gitu.  Karena emang wataknya keras, jarang senyum, sangat di siplin, untung saja dia selalu tepat memberiku bayaran nyuci mobil setiap bulannya.  Jadi semarah apapun dia tak aku ambil pusing.  Yang penting dia memberikan masukan padaku.
“Ma`af, belum sempat aku cuci”  Jawabku brusaha meredam kekesalan Marwan
“Kamu malas sekarang ya, kalau gini terus aku takkan membayarmu lagi, biar orang Pakistan saja yang mencucinya”  Tambah Marwan tetap dengannada marah
“Baiklah, hari ini saya banyak sekali masalah, jadi tolong maklumlah!”  Tambahku berusaha memberi penjelasan
“Baik, kita lihat, apakah nanti akan kamu ulangi lagi apa tidak?”
“Okee…!”
“Sekarang cepat ambil kain, lap kaca depan mobil, kotor banget!”
“Baik…!”  Jawabku sambil mengambil kain an memulai mengelap kaca depan mobilnya.  Dasar, udah marah-marah, masih merintah lagi, sialan, atinku.  Tapi yaahh… beginilah nasib para kuli.
“Nanti malam saya akan membayar uang kontrakan, jika kamu lihat aku sudah pulang, tolong kamu ke kamar saya ya!”
“Baik…!”  Terbersit dalam pikiranku untuk jalan-jalan setelah dari rumah abuya.  Yah sekalian ngilangin stress deh.  Tapi konyolnya,

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar