Cari Blog Ini

Rabu, 30 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 174 - NOVEL GRATIS

“Apa urusannya?!”
“Eh dasar kurang ajar…!”
  Persoalan dan adu mulut baru selesai ketika orang ini menelepon majikanku.  Emang tak enak hidup di negeri asing, selalu di pojokkan dan tak di percaya.  Apalagi orang-orang sepertiku, orang-orang miskin dan kelas kacung yang jangankan di negeri asing, di negeri sendiripun seringkali di pojokkan dan di anak tirikan.

Keesokan harinya, masih pagi sekali, belum lagi jam enam.  Abuya datang.  Marah-marah, melarangku mencuci mobil terlalu malam.  Tapi ujung-ujung dia minta jatah uang cucian mobil bulan kemarin. Gila bener nih majikan. Mana sempet aku cuci mobil agak siang.  Sebab jam delapan orang-orang harus sudah pada  ngantor.  Tentu saja mobilnya sudah harus bersih.

Sepeninggal abuya, aku mencoba menenangkan diri dengan duduk rileks di kursi butut tempatku menghabiskan dan menghitung hari –hari.  Beberapa mobil yang belum aku cuci aku biarkan saja.  Perduli amat pikirku.
Hanya sedih yang menemaniku di sini>>>
Dimanakah kebahagian itu yang katanya ada?>>>
Ataukah hanya untuk orang-orang kaya saja>>>
Dan bukan untuk orang miskin kaya aku?>>>
Entahlah…!?>>>
Yang jelas >>>
Kembali aku harus menangis>>>
Kesedihan yang selama ini aku sembunyikan seakan turut mengalir bersama derasnya air mata.
“Ali…, kaifa hal?”  Sapa Nur`aini keluar dari aparetemen.  Mendengar sapaanya aku berusaha menyembunyikan kesedihanku dan tersenyum seramah mungkin sambil membalas sapaannya, “Toyib madam”.  Tetapi rupanya dia sempat menangkap juga apa yang aku sembunyikan di balik raut wajahku.
Isy bik?”  Kenapa kamu,  tanya Nur`aini lebih lanjut
“Tidak apa-apa kok”
“Tapi…, kelihatannya habis nangis?”
“Oh…, Cuma pedih kena debu dan sabun aja kok”
“Baiklah, jika ada apa-apa bilang aja sama saya gak apa-apa kok!”
“Toyyib, madam mau kemana?”
“Saya mau kerja”
“Tumben tidak di jemput?”
“Iya, tadinya aku mau cuti, cape banget, tapi tak jadi”
“Ohh…!”
“Eh Ali, kapan-kapan saya bisa minta tolong tidak?”

“Bisa madam, minta tolong apaan sih?”

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar