Cari Blog Ini

Rabu, 30 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 173 - NOVEL GRATIS

tetap tak beranjak pergi.  Kuteplok sekali lagi.  Plaakks…!!!,  yess… kali ini mobilnya berbunyi nyaring…! Ngiung…ngiung… theets…thesstt… dan bruk-bruk orang-orang itu nampak masuk mobil mereka kembali sambil membanting pintu dan terus kabur. 
Saking nyaringnya, suara mobil tersebut rupanya berhasil membangunkan pemiliknya.  Tetapi sial, bukannya dia berterima kasih tetapi malahan ngomel dan marah-marah, bahkan sempat menuduhku yang tidak-tidak.  Adu mulut tak dapat terhindarkan.  Untung aku mulai mengerti dan sedikit fasih berbahasa arab. 
“Apa yang kamu lakukan hai Indonesia?”  Tanya pemilik mobil yang aku teplak tadi dengan nada agak marah-marah gitu.  Mungkin dia berpikir aku akan berbuat jahat dengan mobilnya.
“Maaf…, tadi ada pencuri”  Jawabku brusaha menjelaskan dan memberikan pengertian.
“Mana ada orang yang berani mencuri di kota ini?”  Jawabnya tetap dengan nada tinggi.  Mungkin dia sangat yakin dengan kekuatan dan ketegasan hukum yang di jalankan di kerajaan Arab Saudi. Tapi toh kejahatan akan selalu ada di mana-mana.
“Benar…, tadi ada beberapa orang yang mendekati BMW itu, kemudian aku berusaha menyelamatkannya dengan cara membunyikan sirine mobil tuan dengan paksa”
“Eh Indonesia, kamu jangan mengada-ngada,  jangan-jangan kamu sendiri yang akan jail dengan mobil saya?!”
“Apa untungnya?”
“Yah…, mungkin kamu cemburu dengan orang-orang kaya aku, punya mobil, hidup enak dan…?!”
“Eh…, orang Indonesia tak sejahat itu yaa?”
“Alaah…, jangan mengelak, orang-orang Indonesia emang jahat kok, buktinya kemarin ada pembantu yang menganiyaya anak majikannya, ada supir yang menabrakkan mobil majikannya”
“Ehh… kalau marah, marah aja…, jangan bawa-bawa nama Indonesia segala, dasar Saudi berengseks…!?”
“Apa ente bilang…!?”  Sentaknya sambil akan memukul
“Eitts… tungguu…, aku lempar nanti mobil loe…?!”  Jawabku sambil mengangkat ember yang berada di tangan kananku.  Sehingga tangannya berhenti.  Tetapi mukanya nampak merah menahan marah.  Seperti aku uga menahan amarah dan kemarahan. 
Anta tabban…!”  Kamu kurang ajar!, katanya sengit
Anta kemon tabban…!”  Kamu juga brengsek…!, balasku tak mau kalah
“Oke…okee…, apa kamu punya KTP?”  Tanyanya lebih lanjut]
“Apa urusan loe dengan KTP?”
“Eh nanti kamu saya laporkan ke polisi imigrasi baru tahu rasa yaaa!”  Lanjutnya mulai menakut-nakkuti dan mengancam. 
“Apa hubungannya dengan KTP?”  Kataku  tak mau kalah gertak
“Eh bener ga` takut loe…?!”
“Coba aja…!”

“Baik, mana nomor telepon majikanmu?”

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar