Cari Blog Ini

Rabu, 30 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 172 - NOVEL GRATIS

mobil milik para penghuni apartement.  Demi satu dua real. Sebab jika tak demikian maka bisa di pastikan aku akan kekurangan gizi sebab tiap hari hanya makan dengan indomie dan indomie lagi.
Menghadapi udara kota Jeddah awalnya sangat berat.  Hampir tiap hari aku menggigil kedinginan. Tapi harus aku tahan.  Sebab tak ada pilihan, aku harus mencuci mobil di pagi buta begini.  Mencuci mobil merupakan pengalaman pertama dalam hidupku.  Serba canggung dan bingung.  Tapi, terus dan terus aku coba.  Hingga lambat laun aku terbiasa juga. 
Airmataku kadang bercucuran, menetes bercampur dengan air sabun yang aku cipratkan ke atas badan mobil. Kadang aku berhenti sesaat untuk menumpahkan semua tangisku.  Membuncahkan semua berat di dada.  Toh tak ada yang melihatnya.  Duh Tuhan…!, kenapa nasibku seperti ini.  Demikian sering kali aku bisikkan.  Orang sabar di cinta Tuhan YME, demikian selalu aku ingat pessan ibu.
Udah gitu aku sering kali di tegur oleh polisi-polisi yang patroli.  Bahkan suatu hari aku pernah di teriaki dan di pukuli oleh pemuda setempat karena di kira pencuri.  Maklumlah di malam kaya gini aku membuka-buka mobil orang lain.  Tapi beberapa kali juga aku melihat orang-orang yang sepertinya berniat jahat mengurungkan niatnya karena melihatku terjaga. Untuk mencuri mobil di sini sangatlah mudah, sebab mobil-mobil di sini kebanyakan di parkir di luar rumah.  Jarang sekali mobil-mobil yang memiliki garasi.  Tetapi karena hukum di tegakkan dengan tegas sehingga orang-orang jarang sekali melakukan kejahatan model beginian.  Coba kalau di Indonesia bisa kaya di sini.  Aman kali yaa…?!
  Lihat saja di taman kota yang ada di sebelah kiri apartemenku.  Jika malam tiba sekitar taman ini beralih fungsi menjadi garasi mobil.  Mobil-mobil berderet memagari taman.  Tak di tutupi ataupun di jaga.  Di biarkan begitu saja, kayanya, mobil di sini ibarat barang murah saja. 
Pernah suatu malam, karena capek, dingin dan kesedihan yang aku rasakan begitu berat di dada, aku harus beristirahat di bawah rimbunnya taman kota. Di antara tidur dan terjaga kulihat sebuah mobil berhenti.
Gregk…
Beberapa orang laki-laki turun dari mobil
Mendekati sebuah BMW yang aku hapal betul itu adalah milik tetangga apartemenku.  Walau dia sama sekali belum pernah menyapaku. Apalagi berkenalan.  Mungkin di sini dia juga cuma ngontrak kali.  Mau ngapain mereka?, pastideh tak jauh dari akan melakukan perbuatan-perbuatan negatif.  Melihat ini semua, bersama prasangka yang ada di kepalaku, aku merasa bingung.  Apa yang harus aku lakukan. Untung terbersit di kepalaku untuk membunyikan alarem atau sirine yang biasanya terpasang secara otomatis di mobil-mobil. 
Maka aku mulai merangkak, mendekati mobil terdekat denganku.  Plakks…!!! Mobil tersebut aku teplak.  Haahh…!, terkejut dan takut, aneh kenapa tak bunyi.  Mungkin tak ada sirinenya kali yaa.  Sementara itu aku lihat orang-orang itu seperti tengok kiri kanan, tapi

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar