Cari Blog Ini

Rabu, 30 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 151 - NOVEL GRATIS

Selain itu, aku akan segera di tempatkan di tempat kerjaku sepulang nganter anak-anak abuya.   
Pertama melihat sekolahan-sekolahan di sini, aneh, eh bukan, tapi kagum dan takjub kali ya, karena semuanya laki-laki.  Dan di sekolahan perempuan, semuanya perempuan.  Dengan cara begini mungkin kejahatan laki-laki perempuan atau pelecehan seksual di antara mereka dapat di minimalisir. Tidak seperti di negaraku.  Begitu bebasnya perbauran laki-laki dan perempuan.  Kaya Negara free seks aja.  Sehingga anak-anak datang kesekolah kadang bukan untuk belajar, tetapi untuk pacaran, bercinta, kemudian melakukan hubugan seks.  Ciuman itu hal yang biasa.  Basiii…, ketinggalan jaman kalau pacaran tak sampai cium-ciuman gituuhhh… .  Gila tidak.  Apa emang ini yang di kehendaki oleh masyarakat di negaraku.  Entahlah….
Kira-kira kapan ya di negaraku ada undang-undang yang dapat mengendalikan prilaku pornoaksi dan pornografi yang semakin hari kayanya semakin keterlaluan aja.  Terutama di kalangan anak-anak remaja yang tengah di mabuk cinta.  Gilaaa…, kadang aku sampai memendam amarah dan kemarahan.  Bukan, bukan karena aku iri, tapi tak suka aja, jika hal-hal kaya gituan di pertontonkan di depan umum.  Coba kalau ada Undang-undang, pasti lebih mendingan deh.  Sayang manusia kadang lebih mengedepankan nafsu dari pada ketenangan jiwanya sendiri.
Bus-bus sekolah yang bagus-bagus juga kelihatan saling berpapasan.  Sama sekali tak nampak semrawutnya anak-anak sekolah di angkot atau bis kota kaya di negaraku.  Kalau taksi dan kendaraan pribadi iya.  Lebih takjub lagi ketika salamah bilang,  “Anak-anak sekolah di sini gratis”
“Gratis?”
“Iya, mereka tinggal sekolah aja, semua biaya di tanggung kerajaan, di biayai oleh raja”
“Enak bener?”
“Iya, malahan mereka di bayar”
“Sekolah di bayar?”
“Iya, makin tinggi sekolahnyua maka makin besar bayarannya”
“Ohh… lagi-lagi tidak seperti di negera kita ya kang?”
“Iya, kalau di Indonesia, mau sekolah susah, bayarannya mahal, udah itu cari kerjaannya susah”
“Iya, aku aja putus sekolah karena tak ada biaya.  Pemerintah seperti tak mau tahu dengan nasib pendidikan rakyatnya”
“Maklumlah, mungkin karena Negara kita masih miskin.  Sementara Arab Saudi termasuk Negara kaya dan terhormat?”
“Mungkin juga, abis para pejabatnya pada korup, udah gitu kerjanya pada lemot (lemah otak) lagi.  Aku jadi inget waktu mau bikin akte kelahiran, udah mahal, jadinya berbulan-bulan lagi, waktu dah jadi, ehh… seenaknya aja tuh orang minta komisi, katanyasih buat uang rokoklah, uang bengsinlah dan uang makan selagi bikin akte.  Apa mereka tak di gaji apa, dasar…, benci aku”
“He eh… emang gitu!?”

Mobil yang aku tumpangi berbelok ke jalan Al-Madinah

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar