Cari Blog Ini

Rabu, 30 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 149 - NOVEL GRATIS

katakana oleh Slamet barusan.  Hihhh… ngeri jika aku mengingatnya..  Kenapa pelecehan dan penindasan selalu ada di mana saja dan dalam semua bidang kehidupan.  Kemanakah orang-orang bijak yang di calonkan masuk surga itu, ataukah kini hanya tinggal cerita-cerita di kitab suci agama.  Entahlah.   
Bisa jadi tua di negeri minyak.., tanpa uang dan harapan.   Yang ada malahan amarah dan marah yang terpendam dan siap meledak kapan saja sebagai kebencian dan kedengkedian.  Semoga itu tak terjadi padaku.  Tapi kepadanya semakin dekat saja. Jika iya, lalu siapa yang harus aku salahkan?
Kemiskinankah?
Apa salah jika aku terlahir sebagai orang miskin?
Keadaankah?
Yang ters menekan dan menggiringku pada kenekadan?
Apa salah jika aku hidup dalam keadaan seperti ini?
Lalu siapa…?
Ahh… syetan…!!!???
Hap hap… lap lap…>>>
Kulahap tamiz>>>
Aku paksa masuk perut>>
Tak mau…,
Terus saja aku paksa
Mual dan ingin muntah
Tapi, demi menghemat dan mendaki jalan kaya terus saja aku lakukan
Perduli perut terus berontak
Jangaan …
Tak mauuu…
Kudorong dengan coca-cola. Bahkan air digin dari pinggir jalan
“Eh iya…, air apa ini kang?”  tanyaku ingat pada waktu aku minum di Bandara dari lemari alumunium di pingiran jalan.
“Oh itu, itu air kulkas, orang sinibiasa bilang moya barid ( air dingin ) ada juga yang bilang moya tsalaja ( air es ). Di Saudi air minum kaya gitu hampir selalu ada di setiap pinggiran jalan. yah orang-orang yang mau pada sedekah, tidak kaya di tempat kita?”
“Tidak bahaya kang kalau di minum?”
“Ya tidak, orang emang air minum, tapi… jangan kebanyakan, kualitasnya kayanya kurang baik”
“Iya yahh…” 
Satu lagi harapan dalam diriku tumbuh.  Kalau begitu aku tak perlu beli-beli air. Cukup ambil di pinggiran jalan saja.  Uangnya dapat aku simpan sebagai bekal menapaki jalan kaya.
Duh… ribet amat jalan kaya yang harus aku tempuh ini
Jauh dari makan dan minum
Jauh dari kesenangan dan gemerlapan
Apakah harus begitu jika ingin kaya
Ah tidak juga.
Nyatanya banyak orang yang kaya tanpa harus berbuat apa-apa. 

Dia hanya perlu lahir ke dunia saja.

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar