Cari Blog Ini

Rabu, 30 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 146 - NOVEL GRATIS

sementara kamu dengan Slamet dulu, dia nanti yang akan menunjukan pekerjaanmu dan membawamu ke tempat kerja.  Aku hanya mengangguk-ngangguk saja.  Sok sok tahu gitu.  Dalam hatiku nantyi juga bisa aku tanyakan sama Slamet.
“Ma`a Salamah!”  Katanya sambil pergi
“Ma`a Salamah” jawab Slamet yang kemudian aku tiru
“Ayo masuk!” Ajak Slamet sambil membuka sebuah pintu di sampingnya
“Auw…, kecil begini, sumpek, jauh dari yang aku bayamgkan, ah…miskin dan kaya di mana-mana dan kapan saja memang selalu bernbeda.  Apartemen sebesar ini hanya menyisakan kamar ukuran 3 x 4, busyett…!” batinku
“Ayo duduk Ali, sing penak bae…!”
“Iya iya mas Slamet”
“Yah, kaya gini ini nasib para supir dan TKI, kamare sempit”
“Cukup bagus kok mas”   Sambutku berkata lain di hati
“Nih minum dulu, lumayan tamba haus…!”  Lanjut Mas Slamet sambil menyodorkan sebotol coca-cola.
“Iya, makasih mas”
Kemudian kami ngobrol ngalor ngidul
Mas Slamet banyak menanyakan tentang Indonesia, sedangkan aku sendiri menanyakan tentang bagaimana cara kerja dan kemungkinan nasibku  kerja dengan majikannya di sini.
Oh ya, tentu saja aku tanyakan mengenai keterlambatan majikan menjemputku di bandara.
“Mas, tahu tidak, kenapa majikan tak menjemputku di bandara?”
“Oh…, saudaranya yang dari Mekah kecelakaan”
“Kecelakaan?”
“Iya, tadinya Abuya Ismail sendiri yang mau menjemputmu di bandara, eh… tiba-tiba mobilnya kempes dan nabrak trotoar”
“Abuya Ismail?”
“Iya, majikan di sini di panggilnya Abuya”
“Oh…, tapi bukankah a…, apa tadi?”
“Abuyaa…!”
“Ya…, abuyaku adalah Abuya Abdurrahma?”
“Iya, Abdurrahman itu adiknya Abuya Ismail, urusan para supir dan pembantu biasanya di urus oleh Abuya Ismail”
“Loh kok bisa gituh?”
“Iya, karena Abuya Ismail adalah orang yang paling tua dari empat bersaudara, selain itu ayah mereka telah meninggal, jadi semua masalah keluarga di serahkan pada Abuya Ismail?”
“Tapi, bukankah aku akan kerja di apartementnya Abuya Abdurrahman?”
“Aapartemen tempatmu bekerja nanti adalah milik empat orang bersaudara, termasuk apartemen ini”
“Ya ya aku mulai ngerti, dia luka parah tidak?”
“Ungtung dia tidak terluka, Cuma mobilnya aja yang ringsek”
“Kasihan juga ya?”

“Yah gitulah”

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar