Cari Blog Ini

Selasa, 29 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 139 - 140 - NOVEL GRATIS

memilih duduk terpisah dari mereka.  Tak ada yang aku kenal.  Tak ada yang sebangsa denganku.  Semuanya orang asing.
Ketika terdengar adzan magrib dari televisi yang berada di ruang samping.  Ruanagn para petugas.  Aku bergegas ke kamar kecil dan tempat shalat yang di sediakan di sudut ruangan.  Busyet…, tempatnya kotor banget.  Bauu…, tapi, mau gimana lagi,
Kembali aku duduk di sudut ruangan.  
Menyendiri…
Hahh…
Aku terkejut ketika aku lihat seorang berkulit hitam  dan berambut brindil masuk ruangan ini.  Bukankah itu laki-laki brengsek itu.  Kenapa dia ada di sini.  Sepertinya dia menjadi bayang-bayang hitam perjalananku saja, ahh….  Aku mencoba sembunyi dari pandangannya.  Tapi tak bisa, ruangan ini terlalu sempit rupanya.  Sepertiku, dia juga nampak terkejut melhatku. Entah apa yang di pikirkannya.
Khawatir bersama berjuta pertanyaan mulai berkecamuk dalam pikiranku
Karena kehadirannya…
Syetan…, batinku 
Perutku mulai melilit>>>
Sakiiit>>>
Karena seharian belum di isi makanan.
Hanya air dan air lagi.
Hanya makanan dan makanan lagi
Duuuhh…
Hanya kemiskinan dan kemiskinan lagi
Untung tak lama kemudian aku lihat tiga buah baskom besar berisi nasi di simpan di tengah ruangan.  Waah…, saatnya makan niiihh…  Baru kali ini aku melihat nasi di sajikan dengan cara begini.  Sebaskom nasi besar dengan beberapa ekor ayam yang terpendam di dalamnya.  Banyak sekli.  Mungkin hampir enam ekoran setiap baskomnya.  Kalau di kampungku mungkin orang akan menyebutnya nasi uduk dan ingkung. Itupun ayamnya hanya seekor.
Nasi tersebut kemudian di tumpahkan kedalam beberapa blastrang yang sangat besar.  Setelah itu aku lihat orang-orang mulai mendekati blastrang-blastrang tersebut.  Berkerumun membentuk lingkaran.  Lalu mulai menyantap makanan tersebut. 
Akupun mendekati salah satu kerumunan
Minta tempat dan mulai menyantap makanan yang ada
Sambil makan mataku terus saja mengamati si manusia hitam yang kadang menjadi semacam hantu bagiku di sini. 
Selesai makan, aku rebahkan tubuh ini.  Lelah rasanya bersama nasib yang tak tentu. 
Duh… mesti gimananih…
Untung, untung aku punya agama
Kuserahkan segalanya pada Tuhan YME
Biarlah Dia yang akan menentukan semua yang harus aku jalani
Akhirnya aku tertidur juga di tempat ini dengan bejuta kegelisahan.
Ketika aku mulai terlelap, tiba-tiba seperti ada yang mecoba memelukku.  Ruangan yang gelap membuatku tak dapat melihat siapa dia.  Selain itu perasaanku juga di liputi perasaan takut.  Aku hanya memilih pura-pura tidur.  Mata terpejam dan pikiran entah dimana.
Seperti perempuan yang bernafsu saat berdekatan dengan laki-laki.  Seperti ketika Fina menciumiku atau Shafiya yang mencuri-curi memandang dan menciumiku. Tapi, bukankah di tempat ini tak ada perempuan?, Gila…, apakah orang ini laki-laki.
Kubuka sedikit mataku.  Benar saja, sosoknya adalah sosok laki-laki.  Dan ketika aku rasakan dia makin kurang ajar maka dengan sekuat tenaga aku tending perutnya.
Dughh…
Ahhhh…
Ruangan menjadi gaduh>>>
Aku berusaha menjauh>>>
Ada apa-ada ap?, demikian kira-kira kegaduhan yang terjhadi
Perduli amat.  Aku terus saja sembunyi dan menghindar dari tuduhan yang tak aku inginkan. 
Di sudut ruangan kembali aku rebahkan diriku.  Pura-pura tak tahu menahu tentang apa yang terjadi.
Untung…, lambat laun kegaduhan yang terjadi mulai mereda
Hingga akhirnya sunyi kembali
Tiduurr…
Aku tak habis pikir, baru kali ini ada seorang laki-laki yang menyentuh dan meraba diriku begitu aneh.  Hiiihhh… menjijikan sekali.
Jihh….
Larut sekali
Hampir subuh…
Ketika akhirnya aku kembali tertidur

Duh Tuhan, Tunjukan jika orang sabar di cinta Tuhan YME

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar