Cari Blog Ini

Selasa, 29 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 138 - NOVEL GRATIS

tak banyak hambatan. Entah jalan-jalan tikusnya.  Gedug yang aku lihatpun tinggi dan megah.  Hanya beberapa yang nampak kumuh.  Negeri yang makmur rupanya kota ini.
Tapi sayang, jarang sekali aku temukan rimbunnya pepohonan.  Apalagi gemericik air yang mengalir.  Yang aku lihat hanyalah hijaunya pohon korma. Itupun jarang.  Satu dua.  Di pinggir jalan, pohon korma.  Di taman kota, pohon korma.  Di halaman rumah, pohon korma.  Pantes jika negeri ini kemudian di juluki juragan korma.
Setelah lama menelusuri kota, aku mulai paham.  Rupanya mobil ini sedang patroli.
Greg….
Mobil berhenti ketika sampai pada beberapa orang yang bergerombol. Nampaknya mereka bukan pribumi.
Buriakk…
Beberapa orang tersebut kabur
Para petugas segera mengejar mereka.  Kejar mengejarpun terjadi.  Aku lihat mereka lari ke sebuah gang dan menyelinap diantara gedung-gedung.  Tapi sayang tak satupun dari mereka yang tertangkap.  Saat kembali para petugas yang tadi mengejar nampak berkeringat dan cape sekali.  Sesekali terdengar kata menggerutu dan bahkan sumpah serapah.  Mungkin mereka merasa kesal dan bahkan bisa jadi dendam pada orang-orang yang di kejarnya tadi. Aneh, tak seperti di Indonesia, mereka tak mengeluarkan bunyi tembakan.  Bahkan yang membawa senjata aku lihat hanya dua orang.
Waktu aku masuk, mobil ini masih kosong. Tapi, menjelang jam dua siang,                       penuh dengan orang-orang yang tampangnya kadang lebih memprihatinkan dariku.  Kotor, kucel, gembel, bringas.  Ihh… mau di bawa kemana aku bersama orang-orang ini.   Rupanya aku di anggap gelandangan atau gembel yang sering mengganggu keindahan kota.  Sial…, apes bener.  Rupanya kota ini kurang ramah menyambutku.  Menantang.
Kini mobil yang membawa kami berhenti di sebuah gedung.
Kokoh dan kaku
Kesannya sunyi. 
“Gedung apaan ini?”, demikian batinku
Kami semua di suruh turun
Di giring masuk gedung
Di daftar satu persatu
Di masukkan sebuah ruangan yang cukup besar panas
Busyeet…, banyak sekali orang-orang di sini
Nyaris seperti penjara
Hiihhh…
Orang-orangnya nampak tak bersabat
Dingin, jauh dari senyum
Tempat apaan ini?, aku masih belum mengerti
Sebagian mereka duduk-duduk di sudut ruangan sambil merokok, sementara sebagian lainnya pada tiduran.  Sebagian mereka saling bercanda sementara sebagian yang lainnya saling diam.  Aku sendiri

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar