Cari Blog Ini

Selasa, 29 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 134 - NOVEL GRATIS

bukankah ini Kerajaan Arab Saudi di mana hukum positifnya menurut orang-orang lebih tegas dan berwibawa sehingga memaksa orang-orang berpikir beribu kali jika mau melanggar hukum tersebut.
            Kulayangkan pandang>>>
Begitu ramai orang-orang>>>
            Lalu-lalang>>>
            Nongkrong>>>
            Berbelanja>>>
            Makan>>>
            Perutku jadi terasa lapar
            Pantesaan, udah jam sebelas batinku saat aku lirik kembali jam di dinding itu.
            Oh…,  aku jadi ingat jam di penampungan kandang ayam itu yang biasa berbunyi aneh mantuk-mantuk, kikuk-kikut.  Sesaat kutersenyum.  Ahh… kapan lagi aku dapat mengunjungi penampungan yang penuh kenangan senang dan derita itu.  Kesengsaraan yang kemudian menjadi indah saat telah terlewatkan dan menjadi kenangan.
            Kupegangi perutku yang makin melilit
            Lapar…, tapi, tak seperakpun uang di sakuku
            Apalagi real
            Bosen duduk, aku berdiri.  Iseng-iseng aku lihat suasana di luar bandara.
            Banyak mobil parker.  Hampir semuanya mobil-mobil mewah.  Tapi bukan itu yang ingin aku lihat.
            Perutku lapar…
            Mataku makin tajam aja kayanya.  Nanar mencari makan. 
Pikiran jahat mulai timbul. 
Meminta-minta. 
Menipu
Atau…mencopet
Ah… sialan pikiran ini
Ngeres…
Untung aku ingat pepatah ibu, “Orang sabar di cinta Tuhan YME”
Klebat… seperti ada orang berjalan ke sudut ruang
“Mau ngapain?”  pikirku
Kulihat dia mendekati seperti sebuah lemari.  Terbuat dari alumunium.
Dia buka kran, minum, lalu pergi….
Tak kulihat dia membayar atau melakukan transaksi lainnya
Gratisss…
Yah… mungkin gratis…
Kemudian aku mendekati lemari tersebut.  Minum hingga kenyang, lalu pergi sambil tengok kiri kanan.  Mungkin ada yang melihat atau bahkan memarahiku.  Tapi, aman, tak ada gangguan apapun.  Lumayan juga, perutku penuh terisi air.  Sedikit mengusir rasa lapar. 
Sesaat kemudian aku ingin kencing.
Perasaan nyeri di wilayah bawah puser mulai aku rasakan.
Segera aku bangkit, tapi kemana….

Di mana Toilet…

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar