Cari Blog Ini

Selasa, 29 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 133 - NOVEL GRATIS

Menginjakkan kaki di tanan para nabi
            Negeri minyak gitu loh
            Sesaat lenyap perasaan jadi orang miskin
            Benar-benar hanya sesaat
            Karena rasa itu segera kembali saat aku  melihat orang-orang berbelanja di jejeran kios-kios bandara yang begitu megah, indah, dan tentu saja menawarkan barang-barang yang bermutu dan mahal.  Hingga aku tak boleh memikirkannya sama sekali.  Sebab jika aku tetap melakukannya maka aku akan lebur dalam penderitaan abadi, neraka kemiskinan.  Duuh… haruskah… Tapi, aku miskin, hingga tak bisa membelinya.
            “Haiii…!” Sapa salah seorang yang tertabrak olehku. Tak sengaja     
“Kenapa Ali?”  tanya Shafiya
“Ah ga` apa-apa, melamun aja…!?”
“Ohh…, hati-hati doong…!?”
Antri>>>
            Nyerahin Pasor dan dokumen imigrasi lainnya
            Selesai>>>
            Kembali berjalan>>>
            Menyusuri gedung yang begitu megah, penuh kaligrafi khas timur tengah
            Entah harus kemana.  Aku hanya mengikuti arus orang berjalan
            Sendiri-sendiri, tapi satu tujuan
            Keluar>>>
            Lalu pergi dengan tujuan masing-masing
            Perduli… kawan di perjalanan
            “Indonesiee.. indonesiee…!?”   Demikian tiba-tiba seorang petugas imigrasi menyapa kami
            “Ya ya….!”  Jawab kami
            “Ikut ikuut…!”  Demikian tambahnya
            Tanpa banyak bicara lagi kami mengikutinya
            Jalannya bergegas
            Lagi-lagi kami tak tahu akan di bawa kemana
            Hanya mengikuti arahnya berjalan
            Di lobby bandara dia belok kiri
            Berdiri di depan pintu
            Menyuruh para TKW masuk
            Dan membiarkanku sendirian, tanpa pernah memberi tahu apa yang harus aku lakukan.  Bingung, cemas hingga berkembang ke arah takut itu yang aku rasakan. 
            Dalam kebingungan aku putuskan untuk duduk di ruang tunggu bersama orang-orang lainnya yang kelihatannya juga sedang nunggu.  Mungkin nunggu sanak saudara yang baru datang di bandara ini. 
            Kulirik jam dinding yang ada di belakang kepalaku.  Jam Tutuh lebih
            Berulang kali aku pandangi pintu yang tadi di masuki para TKW kawanku. Shafiya.  Lagi pada ngapain kalian.  Jangan-jangan, kalian mengalami hal yang serupa dengan di hotel kemaren.  Ah tidak mungkin,

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar