Cari Blog Ini

Selasa, 29 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 129 - NOVEL GRATIS

menjadi wajah suatu bangsa di hadapan bangsa-bangsa lainnya.  Perduli amat ah.  Mikirin bangsa lain, diri sendiri aja udah sangat susah.
`           Aku masuk bandara>>>
            Terima tiket>>>
            Nunggu gerbang terbuka>>>
            Yahh…, gerbang itu terbuka>>>
            Aku, seperti juga yang lainnya, berkemas>>>
            Bergegas>>>
            Berjalan di sebuah lorong, ukuran 4x5 , cukup panjang, bahkan bagi lorong kaya gini bisa di bilang panjang sekali sekali.
            Sempat terpikir olehku, apa benar ini jalan menuju ke Pesawat, aneh yaa…
            Suara lorong ini juga ckup keras menyumbat telingaku.  Suaranya bergantian dan bervariasi seperti bermacam-macam ukuran,berat dan suku bangsa kaki-kaki yang mengetuknya.  Yang menghentaknya.  Kayanyasih puluhan, bahkan mungkin ratusan.  Kira-kira sebesar apa ya pesawat yang akan aku naiki.  Jika penumpangnya sampai ratusan kaya gini.
            Akhirnya aku lihat beberapa pramugari berjejer menyambut kami
            Wah rupanya bener itu pintu pesawat yang akan aku naiki
            Cantik wajahnya
            Manis senyumnya
            Ramah tutur katanya
            Mempersilahkan kami masuk
            “Selamat datang…!”  cadel lucu mengucapkan basa Indonesia
            Sempat juga mengembang senyum di bibirku
            Dan binar merah di wajahku menambah rasa optimis yang makin kuat
            Walau sesaat bercampur dengan sombong dan angkuh
            Bahkan amarah dan marah
            “Coba semua orang Pakistan kaya gini, tak seperti si hitam di hotel itu?”  batinku
            Kucari tempat dudukku
            Bangku 99
            Yah ini dia, akhirnya, batinku sambil duduk dengan perasaa lega, seperti habis menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan saja.
            “Hai Fiii…!”  Panggilku ketika melihatnya berdiri di lorong jalan mencari-cari tempat duduknya
            “Hai Alii…!”  sambutnya nampak ceria berbinar merona merah
            “Nyari tempat duduk?”
            “Iya”
            “Nomor berapa?”
            “Seratus”
            “Seratus?!”
            “Iya”
            “Ya ini, di sampingku”

            “Oh…?!”  sambutnya sambil bergeser ke arah yang aku tunjukan dengan ujung mataku

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar