Cari Blog Ini

Selasa, 29 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 128 - NOVEL GRATIS

“Kasihan banget…!?”
            “Iya, seharian banyak sekali kejadian-kejadian yang melelahkan yang kami alami selama di hotel ini”
            “Loh…, kejadian-kejadian apa Fi?”
            “Selain kejadian di kamar 991 itu, kami juga sering mendapat teror dari orang-orang yang tak di kenal, ada yang memeraslah, ada yang menakut-nakuti mau di culiklah, pokoknya macem-macem dech, bahkan kami sampai tak berani keluar-keluar kamar sendirian, kami berjaga-jaga bergantian”
            “Ya ya ya…, kejahatan ini nampaknya emang telah berjalan bertahun-tahun dan selama itu mungkin tak ada orang-orang kita yang berani melawan hingga mereka makin meraja lela saja”
            “Mungki, karena mereka, seperti kita, di sini paling Cuma sehari, bisa jadai ada yang hanya beberapa jam saja, tergantung jadwal penerbangan mereka”
            “Iya juga”
            “Lagi pula kita tahu sendirilah bagaimana kondisi para TKI dan TKW kita?”
            “Ya ya ya…, semoga hal macam ini takkan terulang kembali bagi temen-temen TKI dan TKW lainnya, semoga pihak yang berwajib segera menindaknya”
            “Yah mudah-mudahan saja”
            “Ayo ikut…!”  Tiba-tiba ada seorang Pakistan mengajak kami ikut mereka dengan bahasa Indonesia yang lucu tentunya
            “Kemana…?”  tanyaku memberanikan diri
            “Teerbaang  terbang…?”  jawabnya
            Rupanya dia sudah cukup  lama bergaul dengan orang-orang Indonesia di perjalanan sehingga cukup punya kosakata bahasa Indonesia
            Kami segera berkemas
            Mengikuti tersebut laki-laki tersebut
            Di depan hotel sebuah minibus telah siap membawa kami ke bandara
            “Ayoo masuuk…masuuk…!”  perintahnya
            “Bluss… blusss..!”  Segera kami masuk mobil.  Ingin rasanya kami cepat-cepat meninggalkan tempat ini.  Tempat sialan.  Demikian batin kami terus menggerutu.
            Druumm…..!!!
            Akhirnya mobil melaju kencang meninggalkan hotel
            Kembali kami lalui jalan-jalan yang nampak asing dengan umumnya jalan di perkampungan kami
            Entahlah….
            Kami berharap jika kali ini tak lagi terjadi hal-hal yang tidak kami inginkan. Hingga sampai di tempat tujuan dengan selamat.
            Amin….
            Bandara di hadapanku
            Gerbang yang di penuhi pengemis itu masih sama, kaya kemarin sore. Heran sepagi ini sudah banyak pengemis mangkal.  Apakah di sini tak ada penertiban para pengmis.  Padahal ini bandara, suatu tempat yang

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar