Cari Blog Ini

Selasa, 29 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 124 - NOVEL GRATIS

“Iya, Aku baru mulai curiga ketika tempat yang kami lalui cukup sunyi, apalagi ketika masuk kamar ternyata kamu tidak ada, dia bilang kamu sedang makan, ya aku percaya saja, memangnya sedang jam makan”
“Apa dia bisa bahasa Indonesia?”
“Sedikit”
“Dia memang tahu kamarku dan kayanya juga tahu jika aku sedang makan,Sebab tadi di ruang makan dia seperti terus mengawasiku.  Bahkan tadi sore dia bersama beberapa orang temannya berusaha memerasku.  Untung aku tak punya uang hingga tak sepeserpun dia dapet”
“Rupanya dia emang orang jahat.  Sebelum mau memperkosaku, dia mau membayarku dengan uang, aku menolak, diapun tambah marah, dasar syetan hingga akhirnya dia benar-benar mau memperkosaku”
“Ayoo…!”  Bentaknya
“Bahkan dia bilang jika orang-orang Indonesia sudah biasa dia garap di kamar 999 ini”
“Syetan…!”  Gumamku menahan rasa geram.
Rupanya kamar 999 hotel ini di jadikan tempat memperkosa. Terpikir olehku, entah sudah berapa TKW yang kehilangan kehormatannya di tempat ini.  Tapiiii, mau gimana lagi, itulah resiko mengejar real di negeri minyak. Marah rasanya mendengar bangsa sendiri di hina orang.  Aku dan juga ribuan para TKI dan TKW memang selalu tak berdaya di negeri orang.  Kami memang orang miskin dan kurang berpendidikan yang terus di ayun gelombang dan di benturkan ke karang kehidupan yang terus saja tak pernah ramah.
“Ayo Shafiyaa…!” Ajak salah seorang teman kami pada Shafiya
“Oh ya ya…, maaf aku jadi lupa, merepotkan…!”  Sambut Shafiya yang sadar jika temen-temennya jadi lama menunggu.
“Ayoo cepetan, entar kemaleman lagii…!”
“Ayooo…!”
“Terima kasih ya Ali, kalau tidak ada kamu, entah gimana nasibku sekarang”  bisik Shafiya mengungkapkan rasa terima kasihnya.
“Ah biasa, Cuma kebetulan” 
“Iya sekali lagi terima kasih” tambah temenShafiya
“Ya ya ya sudah, tuh di tungguin temen-temen yang lain, awas hati-hati, jangan mudah percaya pada orang yang belum kita kenal!”
“Ya ya…”
Merekapun pergi.
Dan semuanya juga pergi
Kembali aku sendiri
Sepi…
Dan perasaan yang tak menentu.  Tak pernah aku mengerti kembali menghinggapiku.  Memaksaku untuk terus waspada.  Negeri asing gituh meent..!
Mgeriii… was was…Mungkin itu yang lambat laun menjalar dalam diriku kini
Tapi…

Aku jadi mengerti. 

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar