Cari Blog Ini

Selasa, 29 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 123 - NOVEL GRATIS

Gila…, bukankah itu Shafiya, batinku yang sekilas mengenali wajah salah seorang dari dua perempuan yang ada di dalam.
“Tolooong…!”  teriak salah seorang dari mereka sambil menjulurkan tangannya keluar pintu
“Fiii… Shafiyaaa…!”  Teriakku berteriak, menerka dan meyakinkan jika dia emang Shafiya temen TKW-ku.
“Al… Aliii…!”  Balas suara dari dalam
Ketika aku yakin Shafiya di dalam
Braaakk…
Aku tendang pintu yang terkoyak dengan sepatuku
Brak braak…!!! Berulang kali hinga pintu nampak terbuka
“Lepaskan…!!!”  teriakku memberanikan diri
Kemarahan sudah memuncak. 
Amarah minta di tumpahkan. 
Sosok tinggi hitam yang pernah memerasku. Mengawasiku di ruang makan, kini  nampak kecil.  Begitupun dengan dua orang temannya. Kami tegang.  Aku tetap siaga dengan sepenuh amarah.   Tanganku mengepal.  Gigiku bergemeretak.  Tanganku mengepal.
“Hiaaa… !”  Si Hitam tiba-tiba menyerangku
Entah kenapa, aku seperti reflek menghindar.  Padahal aku tak punya keahlian bela diri.  Plong… pukulannya meleset, dan ini membuatnya makin marah.
Hiaa bukkgh… Akhirnya sebuah tinju mengenai kepalaku.
Bruk… aku tersungkur, kepalaku berkunang-kunang. Nyuut nyuutaan…
Sesaat kulihat Shafiya berlari ke luar kamar
“Tolooong… tolooong…!” kudengar teriakkannya lantang
Beberapa saat kemudian, aku lihat teman-teman kami sesama TKI nampak berdatangan.  Bersama orang-orang Pakistan yang rupanya mendengar ribut-ribut dari kamar belakang hotel.
Melihat ini, si orang hitam bersama kedua orang temannya kabur.  Melalui lorong-lorong yang rupanya telah mereka hapal betul. Orang sini juga pikirku.
“Mbaa… gimana nasib saya mbaa…!”  tangis Shafiya dan temannya sambil memeluk beberapa teman-temannya yang baru datang.  Rupanya dia sangat terpukul dengan kejadian barusan.  Aku mulai berpikir kenapa kejadian ini sampai terjadi.
Makanya, setelah semuanya terkendali, aku segera menanyakan hal ini pada Shafiya.  Hati-hati aku tanya dia.  Agar pertanyaanku tak menambah kesedihannya.  Apalagi sampai menyinggung dirinya.
“Fi…, kalau boleh tahu, gimana awalnya kamu bisa sampai di sini?”
“Itulah Ali, jika mengingatnya, aku bingung, kenapa tadi aku begitu nurut padanya”
“Memangnya kamu ketemu dia di mana?”
“Tadi waktu habis makan, tiba-tiba ada laki-laki yang menyapaku, dia bilang tidur sekamar denganmu, jadi aku penasaran ingin melihatmu”

“Terus kamu percaya begitu saja?”

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar