Cari Blog Ini

Selasa, 29 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 122 - NOVEL GRATIS

hitam di pojok sana, kayanya dia juga orang asing.  Terlihat begitu canggung berhadapan dengan para pegawai hotel lainnya.  Dari sorot matanya, nampak seklai jika dia bukan orang baik-baik, paling tidak bukan orang jujur gitulah.  Hiiihh… jangan-jangan dia sedang mengincarku.
Tiba-tiba Terlintas di benakku, di mana TKW teman-temanku.  Bagaimanakah nasib mereka.  Apakah mereka juga mendapatkan teror sepertiku.  Karena, di ruangan ini semuanya laki-laki, di mana para perempuan.  Di sini rupanya tidak seperti di negeriku di mana laki-laki dan perempuan dapat berbaur di mana saja, seenaknya.  Mungkin ini lebih baik untuk menghindari pelecehan seksual  yang marak terjadi di negera-negara sekuler.
Setelah kuanggap cukup, dengan menyelinap di antara orang-orang yang masih antri, kutinggalkan ruang makan.  Mataku sempat melirik ketika mata orang hitam di pojok ruangan itu seperti mencari-cari seseorang.  Akukah yang dia cari.  Entahlah. 
Di taman hotel, yang memisahkan deretan kamarku dengan yang lainnya, sesaat aku berhenti, kupandangi indahnya air yang mengalir, warna-warni tersorot lampu hias.  Indah, mengagumkan.  Tapi, ketika kutengok, sunyi, tumbuh kesunyian bercampur dengan kekhawatiran.
Kembali kutelusuri lorong yang sunyi.  
Kakiku agak tertahan ketika aku lihat kamar 991 lampunya menyala. Setahuku tadi gelap.  Ah biasa aja, paling ada tamu baru yang menginap.  Wajarkan, namanya hotel.
Hingga praaangg…!!!
Kudengar benda jatuh tak sengaja
Truusss…. Di ikuti suara gaduh.  Kaya perempuan di bekam gitu
Menendang dan mengaduh
Haaahhh….!!!
Sepatah kata meluncur dari mulutku, cukup keras.
Indonesia…??!!
Batinku
Ketika aku mendengar teriakan “Tolooong…!!”, lirih, terbungkam.  Siapa lagi kalau bukan orang Indonesia
Kembali aku dengar teriakan itu, kegaduhan itu
Prang…praang… buuk…hguuughh…!!!
Aduuuh…, gimananih, haruskah aku diam, pura-pura tak tahu pada nasib temen sebangsa. Kayanya butuh pertolongan.
Temen-temen TKW?
Perempuan-perempuan pemeberani itu?
Shafiya?!
Yah…, bisa jadi perempuan di dalam adalah salah satu daritemenku
Perasaan bimbang dalam diriku mulai berubah menjadi amarah
Marah…
Tapi, gimana aku tak punya ilmu bela diri
Prang…!!! Tiba-tiba pintu kamar 991 pecah

Seorang perempuan nampak meronta

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar