Cari Blog Ini

Selasa, 29 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 117 - NOVEL GRATIS

Terus terbiasa dan merasa nyaman karena semacam ada tempat berlindung.  Demikian mungkin yang di rasakan Shafiya, seperti juga yang sering di alami setiap perempuan.
“Tak tahu nih, mungkin ada gangguan saat pendaratan”   jawabku mengira-ngira saja.  Biar ga` ketahuan bloon-bloon amat.  Gengsi dong.
“Mungkin…”
Setelah kapal benar-benar berhenti. 
Semua pintu nampak terbuka.  Termasuk pintu darurat kayanya
Sesaat kulihat ada kepulan asap dari arah belakang.
Terbakar…, yaahh… mungkin kapal ini mengalami kebakaran saat pendaratan tadi.  Atau apalah yang bikin keluar asap gitu
Para penumpag kembali panik
Berlarian menuju ke pintu keluar.  Mungkin takut kapal kenapa-kenapa
Aku juga turut berdesakan di depan pintu keluar.
Di depanku, Shafiya nampak panik.  Tubuhnya rapat di dadaku.  Sebagai lelaki ada semacam keinginan menolong dan melindunginya.  Aku bawakan tas yang berisi beberapa potong baju miliknya.
Saat aku lihat tak nampak kepanikan di wajah-wajah pramugari yang cantik-catik, hatiku turut tenang.  Rupanya kecelakaan kecil, biasa aja.  Tak perlu di takutkan.
Ngiuung…. Ngiiuuung….Wiiiwwuu…Wiiiiuuuwww…!!!!...
Mobil pemadam kebakaran nyaring terdengar di sekitar pesawat
Begitu juga mobil-mobil teknisi lainnya.
Bahkan kaya ada juga mobil para penjinak bom.  Ada teroriskah.  Ah tidak.  Mungkin hanya berjaga-jaga aja.
Sirenenya nyaring sekali seakan menambah kepanikan orang-orang yang belum terbiasa menghadapi suasana macam  ini.
Para petugas lalu lalang, sibuk dengan tugasnya masing-masing
“Alhamdulillah…!”  demikian yang aku dengar keluar dari mulut Shafiya ketika kami telah sampai di area yang aman.
“Kenapa yaaa?”  demikian perkataan yang hampir keluar dari mulut setiap kami
“Tahulah…!”
“Ehhh… tuuhh… baling-balingnya ada yang terbakar….!”  Jawab yang lainnya menarik pandangan kami ke arah baling-baling yang mengeluarkan asap tebal hitam.
“Iya iyaa… keluar api dan asap yang cukup tebal juga…”
“Mungkin ada burung yang masuk?”
“Mungkin juga”
“Eh iya, katanya pesawat bisa jatuh hanya gara-gara seekor burung”
“Tahu aja ah kamu!”
“Eh kaya berita yang pernah aku lihat di televisi…!”
“Iya emang bener…”
“Ayo ayooo naik Bis…!”  ajak salah seorang dari rombongan kami yang melihat para penumpang lain masuk ke dalam sebuah bis yang datang memang untuk membawa kami ke bandara.

“Eh iya, ayo ayoo…, nanti ketinggalan berabe!”

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar