Cari Blog Ini

Senin, 28 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 110 - NOVEL GRATIS

“Bagus…, kalau begitu minggu depan kamu bisa terbang”
“Minggu depan Pak?”  jawabku tak percaya, sebab di sini aku baru sebulan berapa hari gitu, kok udah mau terbang.  Sedangkan temen-temen yang sudah berbulan-bulan, bahkan hampir setahun saja, nasibnya masih belum jelas.  Ada apa, aku jadi curiga.  Jangan-jangan ini hanya usaha Pak Amir untuk menajuhkanku dari PJTKI ini.  Pak Amir mungkin mulai curiga dan was-was jika semua kelicikan perusahaan lambat-laun terbongkar sehingga para calon TKI dan TKW jadi sulit di atur, menuntut hak-hak nya.  Bahkan bisa jadi nantinya merembet pada kehidupan pribadinya.  Wah bisa ribet.
Meskipun sempat terlintas pikiran seperti itu, tetapi, bagiku, yang terpenting adalah dapat segera kerja, mengumpulkan banyak uang, membantu orang tua, itu saja.  Terus terang, jika aku makin jauh terlibat dengan ketimpangan-ketimpangan yang makin hari sepertinya makin banyak saja yang aku ketahui, justru malahan akan menghambat keberangkatanku ke luar negeri.  Kalau gagal, siapa yang akan menggantikan sawah warisan kakekku yang telah di jual demi aku. Tidak…, aku tak ingin ini terjadi.  Aku ingin semuanya berjalan sesuai rencana.  Mengenai masalah itu, pastilah ada orang lain yang akan menyelesaikannya.
“Iya…, jadi kamu mesti siap-siap dari sekarang, baik fisik maupun mental!”
“Insya Allah pak”
“Ya sudah, kamu boleh pergi sekarang!”
“Makasih Pak…”
“Ya ya…”
Perasaanku senang, bercampur dengan berjuta tanya
Ada apa?
Perasaanku penuh keyakinan, bercampur dengan berjuta kesedihan
Kenapa?
Harapan mulai terbayang, makin terang, berssama kabut yang juga makin menebal
Bagaimana?
Yah… yah…, seharian harapan dan kebimbangan ini terus menghantuiku.  Hilang sesaat ketika bercanda dengan teman-teman sepenampungan, Shafiya dan Aliya tetapi kembali lagi saat aku sendiri. 
Hingga…
Ketika aku terkapar di atas kasur butut penampungan.  Bayangan senang dan bimbang itu terus meliputi diriku.  Semoga Tuhan mengabulkan impian ini.  Amiiin.  Orang sabar di cinta Tuhan YME.




Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar