Cari Blog Ini

Senin, 28 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 105 - NOVEL GRATIS

“Ihhh… jauh dechh…, salah-salah aku di pulangkan dan tak jadi ke luar negeri, lebih baik diem aja dech, seperti katamu, orang sabar di cinta Tuhan YME
“Ehh… sabar yang di maksud kaga` kaya gituh kaliii….!”
“Tahulah…!”
“Eh, ngomong-ngomong, ada hubungan apa kamu dengan Aliya, kelihatannya kaya akrab bener?”
“Ohh…, kami memang tetangga, sama-sama orang  Tegal …, bahkan satu kampung”
“Pantesan kaya akrab gituuh…”
“Iyalah, di kota kaya gini, kalau bukan dengan orang sedaerah, dengan siapa lagi kita saling berbagi rasa?”
“Iya… iyaa…, ya udah mari kami duluan, udah kelamaan nihh…!?”  kataku menutup pembicaraan.  Di ikuti oleh Fuad dan fatah yang segera berdiri siap keluar warteg.
“Oh ya ya… makasih ya…”  sambut Aliya
Kami berdiri
Beranjak keluar warteg
Begitupun dengan Shafiya.  Tanpa kami minta dia juga berdiri untuk kembali ke penampungan.  Mungkin persaan nasib yang menyatukan perasaan kami. 
Yah...  sama-sama calon TKI. 
Yah… sama-sama sebagai orang yang di zhalimi oleh perusahaan. 
Yah… oleh orang-orang kaya. Brengseks memang. 
Yah… sama-sama menggantungkan mimpi di negeri sebrang.
Yah… pemberani yang mencoba menjemput nasib.
Yah…, Tapi…, kadang aku berpikir,
Apakah jika aku kaya, akan menjadi sama kaya mereka, suka bertindak semena-mena pada orangmiskin.  Bahkan menindasnya.  A`uzhubillah, perbuatan seperti itu, kata ibuku, hanya akan membawa kita pada jurang api neraka. 
Lalu…, apakah aku tak boleh menjadi kaya?, 
Tidak…! Tidak…! Aku sudah terlalu benci dengan kemiskinan ini 
Aku sudah terlalu lama mengarungi jagat yang memandangku sebelah  mata
Lalu…, Jika kaya dan miskin sama-sama ujian maka aku memilih di uji dengan kekayaan saja. 
Lalu…, Jika Tuhan sama-sama akan menolong orang yang kaya dan miskin menyelesaikan ujiannya maka aku memilih jadi orang kaya saja.
Lalu…, Jika kaya dan miskin sama-sama membuat orang bahagia dan sengsara, maka aku memilih kaya saja.
Lalu…, Jika kaya dan miskin sama-sama dapat menjerumuskan kita ke neraka atau memasukkan kita ke dalam surga maka aku pilih kaya saja.

Lalu…, Jika aku boleh memilih maka aku memilih saja.

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar