Cari Blog Ini

Senin, 28 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 104 - NOVEL GRATIS

“Gimana kamu Fit?”
“Alhamdulillah, kamu sendiri?”
“Aku juga fit”
“Syukurlah”
“Eh…, kalian sudah saling kenal ya?”  Tanya Aliya menyela pembicaraanku dengan gadis yang baru datang.
“Iya, waktu itu aku medikal bareng dia”  sambut si Gadis
“Giiilaa… kenal cewek secantik ini diem-diem aja ya loe, curang loee…!?”  tambah Fatah dan Fuad hampir bersamaan.
“Ahh… dasar, bisa aja kalian?”  sambutku tak kalah dengan nada humor mereka
“Sebentar, kalau ga` salah namamu Shafiya kan?”  Lanjutku kembali menatap si gadis yang kalau ga` salah namanya Shafiya
“Iyaa…, namamu Ali Ahmad?”
“Bener…, habis darimana, bukannya TKW di larang keluar dari penampungan?”  Jawabku sambil mbatin, rupanya dia ingat juga namaku.  Heran kenapa dia bisa keluar penampungan.
“Abis nyetak foto buat pasporan”  
“Baru mau pasporan?”
“Iya, abis kelamaan di rumah Bu Nisa”
“Ngapain kamu di sana?”
“Itulah Ali, menyebalkan sekali..!?”
“Loh…?”
“Masa, hampir dua bulan aku di suruh kerja di rumah bu Nissa, mana tidak di bayar, cerewet banget dan suaminya itu kaya nakal gitu”
“Loh kok bisa gituh?”
“Itulah, PT ini payah banget, para pegawainya suka manfaatin para calon TKW untuk kerja di rumah mereka, gratisan, mendikngan kalau mereka baik, biasanya mereka berlagak kaya juragan aja”
“Teman-temanmu juga begitu?”
“Hampir semua calon TKW mengalami hal yang sama kaya aku”
“Waah..., inimah bisa di bilang pelecehan kemanusiaan”
“Makanyaa, tap tak ada yang berani melawan, entar malah di lama-lamain lagi”
“Iya juga, emang manusia biasanya suka kaya gitu, bersabarlah, orang sabar di cinta Tuhan YME!”  
“Lihat nih, aku malahan pernah di pukul suaminya Bu Nissa?”  tambah Shafiya sambil menunjukan luka memar di bahunya
“Gila…, inimah penganiyaan namanya…!?”   kata Fatah ketika lihat luka tersebut
“Ini masih mendingan, temenku ada yang lebih barah lagiii”
“Wah… orang-orang PT udah pada keterlaluan rupanya, kali-kali mesti di kasih pelajaran tuh…!”
“Bener, tapi seperti yang aku katakan, tak ada yang berani melawan, maklumlah, kaya aku, kebanyakan mereka berpendidikan dasar, tak punya keberanian, apalagi otak untuk berontak, jauh deehh…!”  tambah Shafiya

“Tuh…, kamu bisa ngomong, mestinya bisa juga dong mempengaruhi temen-temen…!”

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar