Cari Blog Ini

Senin, 28 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 099 - NOVEL GRATIS

“Masasich kong?”
“Iya, engkong juga heran”
“Emangnya semalem engkong tidak tidur?”
“Itulah, karena terganggu suara-suara tersebut engkong bangun, terus baru bisa tidur lagi setelah menjelang subuh”
Rupanya engkong kumis tidak tahu, jika suara-suara aneh semalem adalah suara-anak-anak yang pada ngintip. Syukurlah kalau begitu.  Tapi, apa engkong kumis juga masih belum tahu jika burung daranya berkurang.  Entahlah, mungkin juga sih, karena jumlahnya memang sangat banyak sehingga tak sempat atau males gitulah kalau harus menghitungnya satu persatu tiap hari.  Tetapi, biasanya si engkong akan merasa kehilangan gitu jika ada satu atau dua merpatinya yang tidak kelihatan.  Untuk memastikannya maka aku mencoba menyelidikinya dengan mengajukan beberapa pertanyaan padanya.
“Kong…, mungkin yang semalem suara pencuri kong?”
“Ah tidak mungkin, tidak ada yang hilang kok”
“Yes…, rupanya engkong kumis belum tahu jika burung merpatinya ada yang hilang.  Aman-amaan…!” batinku.
“Eh Ali, kemarin dulu engkong bertemu dengan para normal, terus engkong menanyakan tentang apa yang pernah kita bicarakan”
“Apa kata si para normal?”  potongku penasaran juga
“Iya…, kata dia engkong sering di godain sama mahluk dari daerah pasundan”
“Oh ya ya… bisa jadi kong…, tapi belum tentu bener juga kong!?”
“Yaah… habis mau di gimanain lagi, majikanmu Pak Amir suka bicara apa pada kalian?”
“Ah tidak pernah ngomong apa-apa kok kong, memangnya kenapa?”
“Ah… tidak apa-apa?”
“Apa engkong naruh curiga sama Pak Amir?”
“Tidaak… tidaak…!?”
“Hati-hati kong jangan sampai jadi fitnah, entar engkong lagi yang kenapa-kenapa?”
“Iya iya, engkong juga ngerti kok” 
“Eh  kong,  masalah empo Hindun saya minta maaf ya kong”  kataku pelan mencoba memanfaatkan suasana saat ini untuk meminta maaf pada engkong kumis mengenai kejadian pagi itu.  Bahkan kabarnya sampai ke orang-orang kantor juga.
“Masalah pagi-pagi itu?”  Tanya engkongkumis mencari kejelasan
“Iya kong, waktu itu saya benar-benar tidak sengaja kong, buru-buru”
“Iya, engkong sih bisa ngerti, tapi, si empo tuuuh, kayanya jadi benci sama kamu”
“Biarlah kong, lama-lama juga hilang, yang penting engkong kumis sudah mau mengerti, itu saja sudah cukup”

“Ya ya…,sudah, sana kalau kamu mau mandi atau sarapan dulu!”

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar