Cari Blog Ini

Senin, 28 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 098 - NOVEL GRATIS

malam ini, kelakuan teman-temanku begitu mengganggu diriku.  Aku jadi berpikir, mereka masturbasi mungkin karena mereka melihat hal-hal yang menggairahkan, mungkin karena mereka melihat engkong kumis berpacuu bak kuda balap.  Kencang garang.  Galak berteriak.  Gelii meringkik.  Hiiihh… kenapa akhir-akhir ini kekuatan ini begitu kuat menerpa diriku.   Mungkin karena aku makin bertambah usia dan sudah saatnya menikah.  Entahlah.
Ketika cahaya mentari menyelinap lewat celah  di dinding surau dan jendela-jendela yang sedikit terbuka. Mengusir malas yang menyelimutiku Membangunkan daku.  Mataku terbuka,  “Ahhh… jam berapa nih?”  desahku sambil menelusuri dinding mencari jam.  Ah jam delapan rupanya. Di atas jam tersebut sempat kubaca serangkai kaligrafi indah.  “Sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat pada yang lainnya”
Setelah membasuh muka, aku langkahkan kakiku menuju ke penampungan.  Kulewati tukang bubur ayam, tapi, aku tak dapat membelinya, karena aku miskin. Jika aku paksakan membelinya, maka, rasa kenyangnya takan dapat bertahan hingga waktu makan siang.  Perutku biasa sarapan nasi.  Walau lauknya kadang hanya dengan sambal krosak yang penting nasinya banyak. Asal bikin kenyang.  Kulewati tukang ketupat sayur, juga tak dapat aku membelinya, karena aku miskin.  Kulewati tukang serabi, juga tak dapat aku membelinya, karena aku miskin.  Di kota kaya gini, perutku harus banyak bersabar.  Menunggu jam sembilanan baru dapat makan di warteg, kadang sekalian makan siang.
“Ali…, habis dari mana Al?”  sapa engkong kumis yang sedang duduk-duduk di depan gerbang sambil menghadapi secangkir kopi.
“Dari surau kong”  jawabku apa adanya”  Jawabku sambil berpikir, jangan-jangan engkong kumis nanya macem-macem tentang perbuatan anak-anak semalam lagi.  Aduuh apa yang harus aku katakan.  Jujur?, kayanya ga` mungkin dech, sebab sama dengan mengkhianati teman. Atau apa namanyalah, yang jelas ga` enak gitu sama temen sendiri.
“Dari surau, jam segini baru pulang?”  lanjut engkong kumis yang kelihatan agak heran gitu.  Habis jam segini, ngapain nih anak di surau. Shalat dhuha, lihat tampangnya sih kagak mungkin.
“Iya kong, tadi ketiduran
“Oh ohh… kirain habis ngapain loee…?”
“Mari kong….!”  Pintaku sambil mau ngloyor gitu.  Aku tak ingin engkong kumis punya kesempatan untung bertanya yang macem-macem.  Berabe nanti.  Tetapi engkong kumis menahanku.  Syeeets… habis nih gua…
“Eh sebentar Ali…!”
“Ya kong, ada apa kong?”
“Kita ngobrol dulu, jangan buru-burulah…!”
“Memangnya ada apa kong?”
“Semalem, semalem engkong dengar suara-suara aneh itu lagi”
“Suaranya kaya gimana kong?”

“Aneh gitu, kadang kaya orang bisik-bisik, kadang kaya orang mengaduh, bahkan ada suara-suara gunung meletus”

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar