Cari Blog Ini

Senin, 28 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 097 - NOVEL GRATIS

tubruk mereka belum juga kembali, aku jadi penasaran, lagi pada ngapain, lama banget, jangan-jangan kenapa-kenapa lagi?.  Apa lagi jika aku ingat tengah malam waktu aku keluar rumah bertemu engkong kumis.  Hiiiihh… jangan-angan mereka kena debu galunggung.  Aduuuh gimananiiih…?
Penasaran dan kekhawatiranku tersebut akhirnya menggerakkan diriku menyusul mereka.  Pelan, aku langkahkan kakiku.  Tetap waspada, kucari di manakah teman-temanku berada.  Samar aku lihat seperti segerombolan orang di samping kamar engkong kumis.  Rupanya mereka benar-benar sedang ngintip engkong kumis.  Kudekati mereka. Gila…!  Baru kali ini aku lihat pemandangan kaya gini.
“Eh lagi pada ngapain kalian, cengar cengir kaya gitu?”
“Ah…ahh… diam ahh…!”
“Gila kalian pada masturbasi rupanya…!?”
Baru kali ini aku lihat orang melakukan masturbasi.  Hiiih… jijik melihatnya.  Kualat kalian nanti.  Aku kembali ke penampungan.  Tahu kaya gini, tak bakalan aku lihatin merek.  Sial banget sih aku.  Bukannya masturbasi itu dosa, bisa bikin pikiran gelisah, suka aneh-aneh, tapi…, mereka enak aja melakukannya, rombongan lagi.  Mit amit.
Kupejamkan mata, tapi tak bisa, kukerubungi kepalaku dengan kain sarung, tapi tetap tak bisa.  Pikiran-pikiran nakal ini rupanya senang sekali berjalan-jalan.  Menghayal, bahakan beberapa kali tanganku sempat merapa milikku sendiri, gilaaa… Aku paksa dan terus aku paksa mata ini hingga merah lelah, tapi, tetap saja tak bisa tidur.  Gelisah. 
Ketika terdengar suara adzan subuh di surau dekat penampungan kami.  Teman-temanku mulai pada kembali.  Sementara aku tetap gelisah.  Mau ngapain niiih…, dari pada bingung dan aku streesss mendengar cerita anak-anak yang tidak-tidak, mendingan ke suarau untuk shalat subuh.
“Wah gila abis ya si engkong itu?”
“Iyah, dia pake minyak unta beberapa kali”
“Tua-tua keladi….”
Demikian beberapa oechan yang aku dengar sembari aku melangkahkan kakiku keluar penampungan.  Fuad yang menyapaku, “Mau kemana Ali?”  asal saja aku jawab, “Biasalah, shalat subuh”  
“Oohh shalat subuh, tolong do`akan aku biar cepet terbang yaaa…!”
“Iya iyaaa….”
“Naah.. gitu dong….”
Setelah shalat subuh aku tak segera kembali ke penampungan.  Bukan…, bukan karena aku tenggelam dalam asyiknya munajat pada Tuhan, tetapi aku ingin menyendiri, memikirkansesuatu kekuatan batin yang sepertinya makin membawa diriku menjauh dari jalan cahaya.  Duuh… Tuhan…, ada apa…, apa yang terjadi dalam diriku.
Sambil rebahan aku pandangi langit-langit surau.  Jelas terbaca, bersabarlah, orang sabar di cinta Tuhan YME.  Nyaring terdengar, suara mama, sopo temen bakal hasil.  Sopo keyeng bakal pareng.  Tapi, kenapa tetap saja aku tak dapat bersabar, yang ada, hanyalah amarah dan marah.  Yang ada, hanyalah kemalasan dan kebosanan.  Duuh gusitiii….  Apalagi

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar