Cari Blog Ini

Senin, 28 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 096 - NOVEL GRATIS

“Bagus… bagus… kalau begitu ayo kita sikat…!”
“Ayo ayoo…!”
Gila, rupanya mereka telah membeli beberapa botol bir.  Mau pesta gila-gilaan kayanya nich.  Aku sendiri, meskipun bukan orang baik-baik tetapi belum pernah minum minuman beralkohol. 
“Al… ayo dong Ali…, minum…!”  Kata Fatah sambil menyodorkan segelas bir padaku.
“Sorry…, aku tak minum al-kohol”  jawabku berusaha menolak dengan halus
“Eh… jangan cemen dooong, masa laki-laki takut mabok…?!”
“Bukan masalah cemen, tapi, itu perbuatan dosa…!”
“Dosa…, kalau sedikit tidaklaahh…!”
“Sama saja, yang banyaknya haram, sedikitnya juga tidak boleh!”
“Sok alim loh, ya udah kalau loe ga` mau, makan aja tuh satenya…!”
“Oke dech…”  sambutku sambil mengambil beberapa tusuk sate daging merpati.  Yaaah untuk menghormati sajalah.  Enak juga rasanya.  Tapii…, tetap saja ada perasaan khawatir. Karena daging hasil mencuri.  Selain takut ketahuan di hatiku juga ada semacam perasaan berdosa, walau hanya sesaat.
Asik bener kelihatannya.  Makan, mabuk, bercanda, tertawa-tawa.  Lama-lama aku jadi biasa juga. Gila…, pergaulan emang sangat mempengaruhi jiwa kita. Makanya, kita harus pandai-pandai memilih pergaulan kita agar kita tak menderita dan hancur dalam pergaulan yang tak kita inginkan tersebut.
Setelah pada makan.  Mereka pada rebahan.  Kaya ular pada kekenyangan gitu.  Sambil ngobrol mereka pada ngrokok.  Bahkan sebagian mereka pada ngromed atau pada mengigau tidak karuan. 
Entah siapa yang memulai ketika mereka tiba-tiba pada punya ide ngintip engkong kumis.
“Eh ehh… sekarang malam minggu kan?”
“Iya emang kenapa?”
“Gimana kalau kita ngintip engkong kumis?”
“Ngintip engkong kumis?”
“Iyaaa….!”
“Eh sedeng apa sedeng, jam berapa sekarang?”
“Baru jam dua”
“Kata siapa, sebentar lagi jam butut itu pasti berbunyi mantuk mantuk mantuk..!”
“Iya, engkongnya juga pasti udah ngorok”
“Eh belum tentu, engkong kumis kan suka iseng, jam kaya gini kadang dia suka mantuk,mantuk,mantuk…!”
“Emang loe pernah…?!”
“Sering kalii…!!”
“Ayoo ayooo….!!!”
Kembali mereka keluar penampungan, mengendap-endap,  berjingkat-jingkat.  Kali ini aku tak mengikuti mereka.  Habis, lama kelamaan mereka jadi keterlaluan.  Mulanya aku cuek.  Bodo amat.  Tetapi setelah jam di pojok penampungan berbunyi tubruk tubruk tubruk

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar