Cari Blog Ini

Senin, 28 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 095 - NOVEL GRATIS

“Seett… sini…sini…!”  Panggil Fatah sambil mendekati kandang merpati
“Ayo… ayooo…!”  Sambut teman-teman yang lain mengikuti Fatah
“Eh, mau pada ngapain sih?”  tanyaku yang menangkap gelagat tak beres padatemen-temenku.
“Kita akan nyate”
“Nyateee…?!”
“Nyate apaan?”
“Merpatinya engkong kumis”
“Maksud loe, kita akan nyuri merpati engkong kumis?”
“Bukan nyuri, tapi mau beli”
“Belii?”
“Iya, bukannya dulu engkong kumis telah mengambil uang dariku?”
“Maksud  loe uang denda mecahin telor itu?”
“Iyaa…!”
“Astaghfirullahal`azhim, istighfar Fat istighfaar…!”
“Iya…, habis gua dendam banget sama tuh kakek-kakek, masasich begitu aja pake di denda segala, mana banyak lagi?”
“Iya, aku juga dendam banget, ngomongnya sering tak enak, padahal dia juga sama-sama orang mlarat kaya kita…!”  Tambah yang lainnya
“Emang dia ngatain apa pada kalian?”
“Masa dia ngatain aku anak mlarat yang pelit gara-gara dia minta rokok pas aku tak punya, coba nyakitin tidak?”
“Belum lagi, dia suka ngutang tanpa jelas kapan mengembalikannya, setiap di tagih bukannya ngomong baik-baik, eehh…. Malahan ngomong yang tidak enak, dasar orang kampunglah, dasar tak tahu malulah, dan kata-kata menyakitkan lainnya, coba, apa tidak bikin orang sakit hati dan dendam?”
“Oh gituu…”
“Makanya, coba kalau kamu sendiri yang ngalamin?”
“Iya, tapi dendam itu perbuatan di larang, lagian, mencuri ya tetap mencuri…!”
“Alaaah… udah dech, diem aja, ntar tinggal makan!”
“Terserah kalianlah, tapi, kalau ada apa-apa aku tak ikut”
Krep… krep… kleper… kleper… beberapa merpati engkong kumis berhasil di tangkap oleh anak-anak.  Lima ekor merpati.  Gila, besok pagi engkong kumis bisa marah-marah kehilangan merpatinya. 
Kembali kami mengendap-ngendap.  Menuju ke belakang penampungan untuk mengeksekusi beberapa merpati engkong kumis.  Di bawah remang sinar lampu, kami menyembelihnya, mengulitinya, membakarnya.  Baunya cukup enak juga.
“Nasinya mateng belum?”
“Udah”
“Ya udah, satenya juga seudah jadi”
“Gimana bekas-bekasnya?”

“Aman, semuanya sudah kita bererkan”

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar