Cari Blog Ini

Senin, 28 September 2015

JALAN LAIN KE MEKAH 093 - NOVEL GRATIS

Apa salah jika aku terlahir sebagai orang miskin?
Miskin adalah kedudukan bagi orang-orang miskin
Seperti, kaya, juga kedudukan bagi orang-orang kaya
Kita tinggal pilih, mau duduk di mana?
Terserah, jangan pernah salahkan siapa-siapa!

Apa salah jika aku terlahir sebagai orang miskin?
Yang bergerak terus ingin berubah
Mencari sisi lain dari nasib yang sudah-sudah

Apa salah jika aku terlahir sebagai orang miskin?
Lelah…, mungkin itu yang membuatku tidur nyenyak kali ini.  Walau tak berselimut, apalagi memakai AC atau kipas angin.  Tak seperti malam-malam biasanya.  Seakan, tidak ada nyamuk saja.
Seakan, tidak ada `ketinggi` saja
Seakan, tidak ada udara dingin yang menusuk tulang saja
Pokoknya…, nyenyak gitu deech…

Apa salah jika aku terlahir sebagai orang miskin?
Mimpikupun cukup indah.  Seindah impian para pecinta yang mabuk di lautan asmara.  Aku terbang sebagai kupu-kupu hijau.  Dari ranting ke ranting segar.  Setiap ranting yang kuhinggapi adalah permata hijau yang membisikkan kata-kata, harapan dan impian.  Aku terbang sebagai kupu-kupu  pink.  Dari sekuntum bunga ke bunga lainnya.  Setiap bunga yang aku sambangi adalah perawan yang berbisik, kemana saja kanda, aku telah lelah menanti.  Aku terbang di antara ribuan kupu-kupu bersama bening-bening embun. Setiap embun yang menemaniku adalah pepatah dari bening hati.  Basuhlah tubuhmu dengan beningku.
Aku terbang bebas, sebebas-bebasnya.  Aku terbang tinggi, setinggi-tingginya.  Dari taman bunga, aku terbang sebagai burung dara.  Singgah di kebun buah-buahan yang siap di panen.  Setiap buah yang aku pegang selalu saja berbisik, aku adalah buah manis kesabaranmu.  Setiap buah yang aku makan selalu saja berbisik, aku adalah buah segar kerja kerasmu.  Setiap buah yang aku telan selalu saja memabukkan, tetapi tidak mabuk.

Apa salah jika aku terlahir sebagai orang miskin?
Hingga badai datang bersama hujan.  Tenggelamkan sayapku.  Dalam kedalaman air.  Dalam gelapnya lumpur.  Samar kudengar, “Seett… seeettt…., Al… Alii… bangun Al…!” Gelap itu lambat laun mulai

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar