Cari Blog Ini

Selasa, 22 September 2015

ATASI STRESS DAN KESEHATAN SPERMA DENGAN L-GLUTATHIONE

Stres, sperma dan L-Glutathione siapa sangka bisa saling mempengaruhi. Sehingga bagi mereka-mereka yang ingin bebas stress dan spermanya selalu sehat tidak ada salahnya jika selalu memperhatikan keseimbangan glutathione dalam tubuh.

Salah satu cara paling mudah adalah dengan cara mengkonsumsi suplemen L-Glutathione. Dengan mengkonsumsinya secara rutin maka kemungkinan stres dan kemungkinan kerusakan sperma sehingga mengakibatkan kemandulan dan hubungan seks jadi tidak harmonis bisa dikurangi

Informasi sejenis misalnya hasil study yang di tulis pada laman website http://human-fertility.com/powerful-antioxidant-capacity-glutathione-supports-healthy-male-fertility/ seperti yang saya copy paste untuk anda berikut:
Clinical Study: Glutathione, stress and fertility
A study published in 2005 highlighted the negative influence stress has on male fertility and seminal glutathione2. Thirty-four healthy medical students participated in this study.
Semen samples were collected during the fourth trimester, 3 weeks prior to their final examinations (stress period) and three months after the exams (non-stress period). Researchers measured standard semen parameters, as well as the concentration of glutathione within seminal plasma.
Results
The study found:
In the period leading up to exams, seminal plasma glutathione levels were low and sperm motility was reduced.
The percentage of abnormal sperm was higher in samples collected during the stress period, compared with the non-stress period.
This study has shown that during periods of examination stress, seminal plasma glutathione concentrations decline. There is also a corresponding reduction in sperm quality.
During periods of stress, free radical activity increases. This may lead to a depletion of glutathione as it works to minimise oxidative stress, leaving spermatozoa vulnerable to damage.

Hasil terjemahan googlenya seperti berikut:
Klinis Studi: Glutathione, stres dan kesuburan
Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2005 menyoroti stres pengaruh negatif pada kesuburan pria memiliki dan glutathione2 mani. Tiga puluh empat mahasiswa kedokteran yang sehat berpartisipasi dalam studi ini.

Sampel air mani dikumpulkan selama trimester keempat, 3 minggu sebelum ujian akhir mereka (periode stres) dan tiga bulan setelah ujian (periode non-stres). Peneliti mengukur parameter air mani standar, serta konsentrasi glutation dalam plasma mani.
Hasil
Studi ini menemukan:
Dalam periode menjelang ujian, tingkat glutathione plasma mani yang rendah dan motilitas sperma berkurang.
Persentase sperma yang abnormal lebih tinggi pada sampel yang dikumpulkan selama periode stres, dibandingkan dengan periode yang non-stres.
Studi ini menunjukkan bahwa selama periode stres pemeriksaan, konsentrasi glutathione plasma mani menurun. Ada juga pengurangan yang sesuai dalam kualitas sperma.

Selama periode stres, aktivitas radikal bebas meningkat. Hal ini dapat menyebabkan penipisan glutathione karena bekerja untuk meminimalkan stres oksidatif, meninggalkan spermatozoa rentan terhadap kerusakan.
KONSULTASI DAN PEMESANAN GLUTATHIONE ORIGINAL
SMS 085227044550





Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar