Cari Blog Ini

Rabu, 12 November 2014

SALAM

Pusat Bisnis Salam

Bin Muhsin Group

Toko Diskon Jakarta


Sebelum kita sama-sama melanjutkan pembahasan tentang jual beli salam (bai`us salam) ada baiknya kita ketahui sedikit gambaran tentang apa itu salam. Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal istilah jual beli inden dan pesan barang, nah kira-kira begitulah jual beli salam. Tentu saja ada syarat dan rukun yang harus dipenuhi dalam transaksi jual beli salam tersebut.

Pengertian


Menurut para Ulama, definisi bai’us salam yaitu jual beli barang yang disifati (dengan kriteria tertentu/spek tertentu) dalam tanggungan (penjual) dengan pembayaran kontan dimajlis akad. Demikian tulis Ustadz Kholid Syamhudi Lc dalam www.almanhaj.or.id dengan mendasarkan pada kitab Min Fiqhil Mu’âmalat, Syaikh Shâlih Ali fauzân, hlm. 148.

Secara mudah bisa dikatakan jika salam adalah akad pesanan dengan pembayaran di depan dan barang diserahkan kemudian. 

Dasar Hukum Salam

Al-Qur`an
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang telah ditentukan, hendaklah kamu menulisnya. [al-Baqarah/2:282]. 

Hadits Nabi

Ibnu Abbas berkata: Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam datang ke Madinah dan penduduknya biasa meminjamkan buahnya untuk masa setahun dan dua tahun. Lalu beliau bersabda: "Barangsiapa meminjamkan buah maka hendaknya ia meminjamkannya dalam takaran, timbangan, dan masa tertentu." Muttafaq Alaihi. Menurut riwayat Bukhari: "Barangsiapa meminjamkan sesuatu.

Rukun Salam
  1. Penjual dan pembeli
  2. Uang dan barang
  3. Akad salam

Syarat Salam
  1. Pembarayan di muka (di tempat akad)
  2. Penyerahan barang kemudian (sesuai waktu yang ditentukan)
  3. Barangnya bisa diserahkan sesuai waktu perjanjian
  4. Barangnya jelas spesifikasinya
  5. Ditentukan tempat penerimaan barang
  6. Barangnya menjadi hutang bagi si penjual


FATWA MUI TENTANG JUAL BELI SALAM


FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL
NO: 05/DSN-MUI/IV/2000
Tentang JUAL BELI SALAM
Menetapkan : FATWA TENTANG JUAL BELI SALAM
Pertama : Ketentuan tentang Pembayaran
  1. Alat bayar harus diketahui jumlah dan bentuknya, baik berupa uang, barang, atau manfaat.
  2. Pembayaran harus dilakukan pada saat kontrak disepakati.
  3. Pembayaran tidak boleh dalam bentuk pembebasan hutang.
Kedua : Ketentuan tentang Barang
  1. Harus jelas ciri-cirinya dan dapat diakui sebagai hutang.
  2. Harus dapat dijelaskan spesifikasinya.
  3. Penyerahannya dilakukan kemudian.
  4. Waktu dan tempat penyerahan barang harus ditetapkan berdasarkan kesepakatan.
  5. Pembeli tidak boleh menjual barang sebelum menerimanya.
  6. Tidak boleh menukar barang, kecuali dengan barang sejenis sesuai kesepakatan.
Ketiga : Ketentuan tentang Salam Paralel
Dibolehkan melakukan salam paralel dengan syarat:
a. Akad kedua terpisah dari akad pertama, dan
b. Akad kedua dilakukan setelah akad pertama sah.

Keempat : Penyerahan Barang Sebelum atau pada Waktunya
  1. Penjual harus menyerahkan barang tepat pada waktunya dengan kualitas dan jumlah yang telah disepakati.
  2. Jika penjual menyerahkan barang dengan kualitas yang lebih tinggi, penjual tidak boleh meminta tambahan harga.
  3. Jika penjual menyerahkan barang dengan kualitas yang lebih rendah, dan pembeli rela menerimanya, maka ia tidak boleh menuntut pengurangan harga (diskon).
  4. Penjual dapat menyerahkan barang lebih cepat dari waktu yang disepakati dengan syarat kualitas dan jumlah barang sesuai dengan kesepakatan, dan ia tidak boleh menuntut tambahan harga.
  5. Jika semua atau sebagian barang tidak tersedia pada waktu penyerahan, atau kualitasnya lebih rendah dan pembeli tidak rela menerimanya, maka ia memiliki dua pilihan:
a. membatalkan kontrak dan meminta kembali uangnya,
b. menunggu sampai barang tersedia.

Kelima : Pembatalan Kontrak
Pada dasarnya pembatalan salam boleh dilakukan, selama tidak merugikan kedua belah pihak.

Keenam : Perselisihan
Jika terjadi perselisihan di antara kedua belah pihak, maka persoalannya diselesaikan melalui Badan Arbitrasi Syari’ah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah.

Ditetapkan di : Jakarta
Tanggal : 29 Dzulhijjah 1420 H / 4 April 2000 M
SUMBER BACAAN
http://almanhaj.or.id/content/3029/slash/0/jual-beli-salam-dan-syaratnya/
http://pengusahamuslim.com/jual-beli-salam-dan-syaratnya-14-hakikat-jual-beli-salam/#.VGQC7_msWuI
http://www.koperasisyariah.com/fatwa-tentang-jual-beli-salam/
http://mui.or.id/mui/produk-mui/fatwa-mui/fatwa-dsn-mui/fatwa-dsn-mui-no-no-05dsn-muiiv2000-tentang-jual-beli-salam.html
http://www.academia.edu/4370822/Salam_Transaction_in_Islamic_Banking_Indonesian_


CONTOH PRAKTEK BAI`US SALAM KLIK GAMBAR DIBAWAH INI
 RESELLER AREA

 dropshipping

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar