Cari Blog Ini

Minggu, 09 November 2014

KHIYAR

Pengertian:
Khiyar adalah hak untuk meneruskan atau membatalkan akad jual beli. Hak tersebut dimiliki oleh penjual dan pembeli.

Tujuan:
Tujuan khiyar adalah memberikan kesempatan kepada penjual dan pembeli untuk memikirkan lebih jauh tentang kemaslahatan jual beli yang mereka lakukan.

Macam-macam khiyar:
Dalam jual beli dikenal banyak sekali khiyar, bahkan ada yang menuliskannya hingga 17 macam khiyar. Kali ini kita akan membahas khiyar yang sangat umum berlaku yaitu ada tiga macam

1. Khiyar Majelis

Khiyar majelis adalah khiyar yang masih ada selama penjual dan pembeli berada di tempat jual beli. Khiyar majelis diperbolehkan dalam semua jenis transaksi seperti yang dijelaskan oleh Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim jika penjual dan pembeli memiliki khiyar selama keduanya belum berpisah.

Khiyar majelis menjadi batal jika terjadi salah satu dari beberapa hal berikut: pertama penjual dan pembeli sepakat untuk membatalkan atau meneruskan jual beli. Jika hanya salah satu yang sepakat maka khiyar hanya hilang dari pihak yang sepakat tersebut. Kedua penjual dan pembeli sudah berpisah dari tempat jual beli. Berpisah disini adalah berpisah menurut adat kebiasaan yang berlaku. Ketiga penjual dan pembeli sepakat untuk meniadakan hak khiyar majelis bagi mereka.


2. Khiyar Syarat

Khiyar syarat adalah "khiyar" yang dijadikan syarat dalam jual beli. Dengan kata lain kesepakatan untuk meneruskan atau membatalkan jual beli dalam jangka waktu tertentu. Khiyar tersebut misalnya pada hal yang berkaitan dengan ukuran, timbangan, spesifikasi dan sejenisnya.

Sebagai contoh praktek khiyar syarat adalah ketika kita mau membelikan sepatu untuk seseorang tetapi kita belum tahu persis berapa ukuran sepatu orang yang akan kita belikan sepatu tersebut. Maka kita berkata kepada si penjual sepatu, "Saya beli sepatu ukuran 42 ini dengan syarat jika nanti kebesaran atau kekecilan tidak jadi beli  atau minta tuker ?" dan ketika si penjual menyetujui maka berlakukah khiyar syarat.

Menurut sebagian ulama masa berlaku khiyar syarat maksimal tiga hari tiga malam berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi dan Ibnu Majah.


3. Khiyar Aib (cacat)

Khiyar aib adalah khiyar yang terjadi karena adanya cacat pada objek yang diperjualbelikan. Cacat yang dimaksud adalah cacat yang mengurangi kualitas atau harga dari objek yang diperjualbelikan.

Sebagai contoh ketika seseorang membeli baju ternyata bajunya ada yang robek. Ketika membeli obat ternyata telah kadaluarsa.

Dasar hukum dari khiyar aib ini misalnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud dan Tirmizi mengenai seseorang yang membeli budak dan diketahui ada cacatnya maka Rasulullah SAW memutuskan untuk mengembalikan budak tersebut kepada penjualnya.


SUMBER BACAAN
http://www.stiualhikmah.ac.id/index.php/artikel-ilmiah/194-khiyar-pada-akad-jual-beli
http://almanhaj.or.id/content/1649/slash/0/khiyar-memilih/
http://www.academia.edu/6498610/Khiyar
http://digilib.uin-suka.ac.id/10904/1/BAB%20I,%20V,%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf
http://books.google.co.id/books?id=shispdD07rUC&pg=PA31&dq=KHIYAR&hl=id&sa=X&ei=mAdgVLrdIovIuATorIDoDw&ved=0CBoQ6AEwAA#v=onepage&q=KHIYAR&f=false
http://books.google.co.id/books?id=EFF1fCkdfCAC&pg=PA43&dq=KHIYAR&hl=id&sa=X&ei=mAdgVLrdIovIuATorIDoDw&ved=0CCAQ6AEwAQ#v=onepage&q=KHIYAR&f=false

Visi dan Misi Pesantren Blogger: Menjadi komunitas Blogger Santri Pengusaha yang beribadah dengan Ngeblog Nyantri Wirausaha. email pengelola: pesantrenblogger@gmail.com Blog: www.pesantrenblogger.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar